BPBD Tanjungpinang Imbau Warga Hemat Air di tengah Ancaman Kekeringan
- 12 Agt 2026 07:10 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air seiring meningkatnya potensi kekeringan pada musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan menyusul mulai mengeringnya sejumlah sumur warga akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, M. Yamin, mengatakan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih diminta terlebih dahulu melaporkan kondisi tersebut melalui ketua RT/RW maupun kelurahan. Data dari kelurahan kemudian akan menjadi dasar bagi BPBD untuk menyalurkan bantuan air secara serentak kepada warga yang membutuhkan.
”Kalau hanya 1 atau 2 rumah, lebih baik dikumpulkan datanya melalui RW dan kelurahan, berapa rumah yang membutuhkan, sehingga bisa sekaligus menyuplai air,” ujar M. Yamin.

Menurutnya, pendataan secara menyeluruh penting dilakukan agar penyaluran air bersih dapat dilakukan secara merata dan tidak menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat. BPBD akan menyesuaikan jumlah bantuan berdasarkan jumlah rumah yang terdampak kekeringan.
"Misalnya ada 50 rumah yang membutuhkan, datanya kami siapkan dan warga yang menerima air juga sudah diketahui,” ucapnya.
Hingga awal Agustus 2026, BPBD Tanjungpinang bersama pemadam kebakaran telah beberapa kali menyalurkan air bersih kepada masyarakat maupun mendukung kebutuhan air dalam penanganan kebakaran lahan. Dalam dua pekan terakhir, distribusi air antara lain dilakukan di kawasan Batu 5, Batu 10, serta sejumlah lokasi lainnya.
Yamin menyebutkan, kapasitas satu unit mobil tangki yang digunakan untuk mendistribusikan air mencapai lima ton. Hingga saat ini, BPBD telah melakukan sekitar delapan kali suplai air bersih atau setara kurang lebih 40 ton.
”Kalau satu lori kapasitasnya lima ton, kita sudah sekitar delapan kali suplai, jadi hampir 40 ton,” tuturnya.

Menghadapi kondisi kemarau, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah kering maupun membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran sebaiknya dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang sumurnya mulai mengalami kekeringan.
”Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” katanya.
Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga diminta segera melaporkan kebocoran jaringan air kepada pihak Perumda Tirta Kepri. Masyarakat juga dianjurkan menampung air hujan sebagai salah satu upaya mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

Ia menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanpa hujan yang berlangsung hingga beberapa pekan dapat memperparah kekeringan. Sehingga, penghematan air dan pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama selama periode kemarau.
”Menghemat air dan mencegah terjadinya kebakaran adalag tanggung jawab kita bersama pada kemarau ini,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....