UMKM Tanjungpinang Raup Cuan dari Bazar Dekranasda Fun and Run 2026

  • 09 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kegiatan Dekranasda Fun and Run 5K dan 10K di Gedung Gongong, Kawasan Laman Boenda, Tepi Laut, Tanjungpinang, tidak hanya menjadi ajang olahraga. Namun, menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mempromosikan produk lokal, Minggu, 9 Agustus 2026.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Hal ini, untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan kerajinan daerah.

“Kolaborasi ini pertama untuk Kota Tanjungpinang sehat, lalu Dekranasda menggiring UMKM dan para pengrajin untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Riany.

Menurutnya, salah satu bentuk keterlibatan IKM binaan Dekranasda Kota Tanjungpinang terlihat dari pembuatan medali yang diberikan kepada peserta Fun and Run. Medali tersebut merupakan hasil kerajinan lokal yang mengangkat bentuk gonggong sebagai salah satu identitas daerah.

”Dalam kegiatan ini kita melibatkan sekitar 150 pelaku usaha, baik dari UMKM maupun IKM,” ucapnya.

Selain kerajinan, kegiatan tersebut juga menghadirkan bazar yang diikuti pelaku UMKM dengan menawarkan berbagai produk kuliner khas Melayu dan kerajinan lokal, seperti batik, tanjak, serta produk lainnya. Bazar yang berlangsung selama dua hari ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Untuk pelaksanaan bazar ini kita laksanakan selama dua hari dan antusias masyarakat luar biasa,” tuturnya.

Riany menambahkan, pelaku UMKM dan IKM juga terus didorong memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan promosi. Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu pelaku usaha membuat materi promosi secara lebih efisien dan profesional tanpa harus memiliki banyak tenaga pendukung.

“Dengan adanya sosialisasi terkait AI, ini mempermudah UMKM untuk mempromosikan produk-produk mereka,” katanya.

Riany menyebutkan, Disdagin bersama Dekranasda Kota Tanjungpinang akan terus memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM dan IKM. Pendampingan akan mencakup pemanfaatan AI, promosi, hingga pemenuhan legalitas produk usaha.

Pelaku UMKM Handmade, Enjie, mengatakan pembuatan medali untuk kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat. Sebanyak sekitar 1.200 medali harus diselesaikan dalam waktu satu bulan dengan memanfaatkan produk kerajinan berbentuk gonggong yang sebelumnya dibuat sebagai gantungan.

“Awalnya ini memang untuk gantungan, kemudian panitia mencari ide baru dan saya menawarkan apakah gantungan ini bisa dijadikan medali,” ujar Enjie.

Menurutnya, proses pembuatan medali dilakukan dengan memodifikasi bagian tali dan menyesuaikan ukuran gonggong. Ia mengaku, kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penjualan produk UMKM selama pelaksanaan bazar.

“Alhamdulillah lumayan, karena jualannya tidak sampai malam, pendapatannya bisa sampai sekitar Rp2 juta,” ucapnya.

Enjie berharap, kegiatan yang melibatkan UMKM lokal dapat terus dilaksanakan. Menurutnya, konsep bazar yang mengutamakan makanan khas Melayu dan produk lokal memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat.

“Harapannya kalau bisa selalu diadakan kegiatan yang melibatkan UMKM lokal, kami merasa terbantu dan sewanya juga murah,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....