Satpol PP Relokasi Kembali 60 Lapak UMKM di Kawasan Gurindam 12

  • 07 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang kembali merelokasi sebanyak 60 lapak pedagang UMKM yang berjualan di kawasan Bundaran Gurindam 12. Langkah tersebut dilakukan untuk mensterilkan area proyek lanjutan pembangunan Tunjuk Langit sekaligus menjamin keselamatan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Kota Tanjungpinang, Irwan Yacub, mengatakan relokasi dilakukan setelah sejumlah pedagang kembali berjualan di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan steril proyek. Sebelumnya, sebanyak 177 pedagang telah dipindahkan pada 24 hingga 25 Juni 2026 ke tiga lokasi, yakni Anjung Cahaya, Melayu Square, dan Pelantaran Fisabilillah.

“Ini merupakan relokasi para UMKM di Gurindam 12 karena kembali berjualan di area kawasan steril proyek,” ujar Irwan Yacub.

Yacub menjelaskan, kembalinya para pedagang ke lokasi semula dipengaruhi oleh kondisi lokasi relokasi yang dinilai masih sepi pembeli. Namun, keberadaan pedagang di area proyek dinilai berisiko terhadap keselamatan dan dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan sehingga perlu dilakukan penataan kembali.

”Pihak provinsi memberikan atensi supaya menertibkan kembali kawasan tersebut agar kembali steril,” ucapnya.

Yacub menyebutkan, dalam penertiban tersebut petugas memindahkan sekitar 60 sarana usaha berupa tenda, gerobak, dan meja ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, akses jalan di kawasan proyek juga kembali ditutup hingga pekerjaan pembangunan selesai.

”Ini untuk keselamatan pengguna jalan dan kelancaran proses kerja, maka jalan tersebut akan ditutup, kita hanya memindahkan ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.

Meski sempat diwarnai protes dari beberapa pedagang, proses relokasi berlangsung aman dan kondusif. Hal itu, berkat sinergi antara Satpol PP Kota Tanjungpinang bersama Polsek Tanjungpinang Kota, Disperindag, Disnakerkopum, BUMD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satpol PP Provinsi Kepri.

”Pada saat proses berlangsung, ada beberapa pelaku UMKM yang memang kooperatif dengan memindahkan lapaknya sendiri, dan kita bantu,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....