Hafiz Bayu Konsisten Berdakwah Menjangkau Pulau di Kepri

  • 06 Agt 2026 21:10 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Hafiz Bayu Pratama, memilih jalan yang tidak biasa. Di saat banyak anak muda menghabiskan waktu di perkotaan, mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ini justru rutin menyeberangi lautan menuju pulau-pulau terpencil di Kepulauan Riau (Kepri) untuk berbagi sekaligus berdakwah.

Hafiz merupakan Direktur Yayasan Konsisten Sedekah Indonesia (KSI), sebuah lembaga sosial yang berdiri, pada 4 Juli 2025. Bersama empat rekannya, ia menggerakkan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, dan dakwah yang menyasar masyarakat di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

Selain menempuh pendidikan di UMRAH, Hafiz juga mengikuti kuliah jarak jauh di Mesir pada bidang tafsir. Menurutnya, ilmu agama perlu berjalan seiring dengan ilmu dunia agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

"Belajar agama saja tidak cukup. Harus diimbangi dengan ilmu dunia, terutama bagaimana kita bisa memberi manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sejak 2019, Hafiz mulai aktif berdakwah melalui media sosial. Namun, ia menyadari masih banyak masyarakat di pulau-pulau terpencil yang belum tersentuh dakwah maupun kegiatan sosial. Kesadaran itu mendorongnya turun langsung ke lapangan.

Bersama rekannya, Ustaz Abu Yazid, Hafiz awalnya bergerak secara mandiri sebelum akhirnya mendirikan Yayasan Konsisten Sedekah Indonesia. Bermodalkan tekad dan dana pribadi, mereka mulai menyalurkan bantuan ke berbagai pulau hingga perlahan mendapat dukungan dari para donatur.

Kini, KSI telah menjangkau hampir seluruh pulau di Kabupaten Bintan, termasuk Pulau Mapur, Numbing, Dendun, Pangkil, hingga Kundur dan Pulau Alai di Karimun. Mereka juga pernah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aceh berupa paket pangan, pembangunan fasilitas sanitasi, renovasi musala, serta ratusan mushaf Al-Qur'an.

Menurut Hafiz, pengalaman paling berkesan terjadi di Pulau Numbing. Sambutan hangat masyarakat membuatnya semakin yakin untuk terus melanjutkan misi sosial tersebut.

"Saat kami memberikan bantuan, ada warga yang memeluk kami sambil menangis dan mendoakan. Momen seperti itu membuat kami semakin yakin untuk terus bergerak," katanya.

Tak hanya berbagi sembako dan Al-Qur'an, KSI juga menjalankan program pendidikan. Mereka memberikan motivasi kepada pelajar di daerah kepulauan agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekaligus mengadakan berbagai edukasi yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Hafiz menilai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial. Karena itu, hampir setiap kegiatan KSI selalu melibatkan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sebagai relawan.

"Gen Z bisa menjadi generasi yang berdampak. Kami ingin mengajak lebih banyak anak muda memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Bagi Hafiz, perjalanan ke pulau-pulau bukan sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ikhtiar menghadirkan harapan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pembangunan, sekaligus membuktikan bahwa anak muda mampu menjadi penggerak perubahan dari daerah kepulauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....