TNI Kerahkan 12.987 Personel dalam Latihan Terintegrasi
- 06 Agt 2026 14:24 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 12.987 personel dalam Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI Angkatan Laut, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu 5 Agustus 2026.
Latihan bertajuk Perisai Trisula Nusantara itu memperlihatkan kemampuan tempur terpadu TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Latihan dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan para Kepala Staf Angkatan.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan operasional, interoperabilitas antarmatra, serta kemampuan komando dan pengendalian dalam menghadapi berbagai ancaman.
Skenario operasi diawali dengan pertahanan udara yang diperagakan TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 bersenjata bom MK-82.
Tahapan berikutnya dilanjutkan operasi khusus Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk merebut kendali wilayah udara.
Di laut, TNI Angkatan Laut menampilkan kemampuan tempur melalui peluncuran Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze dari KRI Soeharso-991 menuju sasaran.
Operasi kemudian dilanjutkan dengan peranjauan dan infiltrasi pasukan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.
Latihan juga memasukkan unsur peperangan siber dengan skenario melumpuhkan instalasi kelistrikan musuh.
Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 meluncurkan rudal C-705, didukung Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta tembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir.
TNI Angkatan Darat turut mengerahkan pasukan Lintas Udara yang melaksanakan penerjunan tempur menggunakan pesawat Hercules C-130. Kemampuan pengintaian dengan drone tempur dan dukungan Artileri Medan juga diperagakan untuk memperkuat operasi gabungan.
Salah satu perhatian dalam latihan kali ini adalah penggunaan drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri.
Kehadiran alutsista tersebut menunjukkan perkembangan industri pertahanan nasional sekaligus mendukung modernisasi sistem persenjataan TNI.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan hasil latihan menunjukkan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
"Latihan ini menjadi bukti kesiapan TNI dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI, sekaligus memperlihatkan kemampuan mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini dalam operasi gabungan," kata Sjafrie.
Usai peninjauan latihan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL kepada Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI, Ketua Komisi I DPR RI, KSAD, dan KSAU.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....