Pengamat: Tekanan Ekonomi dan Emosi Kolektif Picu Aksi Main Hakim Sendiri
- 04 Agt 2026 18:41 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kasus dugaan pencurian ayam yang berujung pada tewasnya terduga pelaku akibat dianiaya massa menjadi perhatian berbagai kalangan. Pengamat Sosial STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Endri Bagus Prastiyo, menilai peristiwa tersebut tidak hanya dipicu oleh tindak pidana, tetapi juga akumulasi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat hingga memunculkan ledakan emosi secara kolektif, Senin, 3 Juli 2026.
Endri mengatakan, kondisi ekonomi yang sulit membuat masyarakat lebih mudah terpancing ketika melihat adanya tindakan pencurian yang dianggap merugikan sesama warga. Menurutnya, pelaku yang tertangkap kerap menjadi sasaran pelampiasan kemarahan warga yang merasa memiliki nasib serupa dengan korban.
”Saat ada orang yang mengambil hak orang lain melalui pencurian, amarah kolektif terakumulasi dan akhirnya dilampiaskan kepada pelaku yang tertangkap,” ujar Endri Bagus Prasetio.
Secara sosiologis, Endri menilai fenomena tersebut dapat dipahami melalui teori tindakan sosial Max Weber. Ia menyebutkan, aksi pengeroyokan merupakan bentuk tindakan afektif yang muncul secara spontan tanpa perencanaan matang.
”Ketika ada stimulus berupa pelaku pencurian yang tertangkap, emosi kolektif masyarakat dapat meluap dan memicu aksi main hakim sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, aksi main hakim sendiri tidak serta-merta mencerminkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Sehingga, peristiwa tersebut lebih dipengaruhi oleh spontanitas massa yang sulit dikendalikan ketika emosi telah memuncak.
”Bukan berarti masyarakat tidak percaya kepada kepolisian, karena pada akhirnya pelaku tetap akan diproses secara hukum,” tuturnya.
Endri menambahkan, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perbaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah perlu memperluas kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan ekonomi agar potensi kriminalitas maupun aksi main hakim sendiri dapat ditekan.
”Pemerintah harus memastikan masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....