KKN UMRAH 2026, Cetak Lulusan Unggul dan Berkoribusi Nyata Bagi Masyarakat
- 02 Agt 2026 18:53 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) secara resmi melepas 1.336 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II Tahun 2026 dalam sebuah upacara yang digelar di halaman Gedung Prof. Maswardi M. Amin, Kampus UMRAH Dompak, Sabtu, 1 Agustus 2026. Para peserta akan ditempatkan di 58 desa dan kelurahan yang tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, dan Kota Batam.
Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, mengatakan mahasiswa yang mengikuti KKN merupakan representasi kampus sekaligus wajah perguruan tinggi di tengah masyarakat. KKN adalah kuliah kerja nyata, artinya selain belajar, kalian juga bekerja dan mengabdi bersama masyaraka
“Kalian adalah wajah-wajah kampus. Tunjukkan bahwa kalian adalah mercusuar sebuah peradaban. Kita selalu berbicara bahwa UMRAH adalah pembangun peradaban maritim,” ujar Agung Dhamar Syakti.
Keberhasilan mahasiswa selama menjalankan KKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kompetensi yang dimiliki dalam menghadapi tantangan di lapangan.Sebelum berangkat ke lokasi KKN, ada empat kompetensi yang harus dimiliki, yaitu critical thinking, kolaborasi, inovasi, dan komunikasi.
“Kalian adalah representasi kampus, representasi mahasiswa Indonesia, bahkan representasi bangsa. Jadilah mahasiswa yang berdampak di mana pun kalian ditempatkan dan jagalah nama baik almamater kita,” tuturnya.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi atas konsistensi UMRAH dalam melaksanakan program KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi berbasis kemaritiman, UMRAH memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah kepulauan.
“Melalui program KKN, UMRAH terbukti konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat pesisir dan kepulauan,” ucap Nyanyang Haris Pratamura.
Dirinya berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan momentum KKN sebagai wahana pembelajaran sekaligus penguatan karakter kepemimpinan. Jadikan KKN sebagai kawah candradimuka untuk mengasah kepemimpinan, empati sosial, dan kemampuan beradaptasi.
“Jadilah agen perubahan (agent of change) yang membawa kesejukan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat di wilayah pengabdian masing-masing,” katanya.
Program KKN UMRAH merupakan salah satu implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi berbagai potensi dan persoalan di daerah, kemudian merancang program kerja yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menjadi sarana pengabdian, KKN juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan yang menjadi karakteristik Provinsi Kepulauan Riau. Melalui KKN UMRAH kembali menegaskan komitmennya sebagai Maritime Civic Civilization University yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, adaptif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....