Seminggu Nihil, Pencarian Korban KMP Bahtera Nusantara Ditutup

  • 29 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Tanjungpinang

‎RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tim SAR Gabungan resmi menutup untuk pencarian Christina Lindasari (43), seorang penumpang diduga terjatuh dari KMP Bahtera Nusantara 03. Hal ini setelah selama sepekan beroperasi pencarian tanpa adanya hasil, sehingga keputusan diambil setelah rapat koordinasi bersma keluarga korban dan ASDP di Kantor SAR Tanjungpinang, Selasa, 28 Juli 2026.

‎Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihak SAR menyebutkan rincian dalam upaya pencarian korban dalam tujuh hari di perairan Lobam dan Numbing, Kabupaten Bintan. Menurutnya, seluruh area telah dilakukan penyisiran namun hasilnya tetap nihil.

‎”Sampai dengan hari ke-7, korban masih belum ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya,” ujar Fazzli.

‎Dari hasil kesepakatan dari keluarga korban dan Tim SAR Gabungan, operasi pencarian resmi dihentikan atau ditutup. Namun, pemantauan melalui e-Broadcast ke kapal yang melintas daerah tersebut tetap dilakukan dan peralatan evakuasi juga tetap disiagakan.

‎”Operasi SAR telah disepakati ditutup, namun jika suatu saat ditemukan tanda-tanda korban, kami sudah mempersiapkan alut (alat utama),” ucapnya.

‎Insiden tersebut bermula saat KMP Bahtera Nusantara 03 berangkat dari Tanjung Uban ke Tambelan pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Namun, pada keesokan harinya, pihak keluarga baru menyadari Christian tidak ada lagi di kapal.

‎”Anak korban menyadari ibunya tidak lagi di atas kapal pada pukul 05.00 WIB, dan titik pasti jatuhnya tidak diketahui,” tuturnya.

‎Sebelumnya operasi SAR Gabungan melibatkan 12 unsur instansi. Hal ini termasuk KPP Tanjungpinang, VTS Batam, Polairud, Lanal Bintan, PLP Tanjung Uban, HNSI, dan jajaran ASDP setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....