Investasi Tanjungpinang Semester I 2026 Meningkat, Tembus Rp470 Miliar
- 28 Jul 2026 15:45 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Realisasi investasi di Kota Tanjungpinang pada Semester I 2026 mencapai Rp470,601 miliar. Capaian tersebut meningkat 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp452,067 miliar, berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS-RBA), Selasa, 28 Juli 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah, mengatakan peningkatan investasi tersebut menunjukkan semakin baiknya iklim usaha di daerah. Hingga Juni 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar Rp675 miliar.
”Berbagai langkah terus kami lakukan, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan perangkat daerah terkait,” ujar Adi Firmansyah.
Berdasarkan jenis investasinya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp457,482 miliar atau 97,21 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp13,119 miliar atau 2,79 persen.
Pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp152,423 miliar. Disusul sektor jasa lainnya sebesar Rp75,651 miliar, perdagangan dan reparasi Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,670 miliar.
Adi menjelaskan, Pemko Tanjungpinang terus memperkuat strategi peningkatan investasi melalui penyusunan pemetaan potensi investasi daerah sebagai dasar penyusunan dokumen Semi Investment Project Ready to Offer (Semi IPRO). Salah satu kawasan yang diprioritaskan adalah Pulau Basing yang diproyeksikan menjadi kawasan unggulan investasi berbasis pariwisata, ekonomi maritim, dan jasa.
“Pemko berkomitmen menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat promosi investasi,” ucapnya.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang saat ini, tengah menyiapkan regulasi mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi investor, mempercepat realisasi investasi, sekaligus meningkatkan daya saing daerah dalam menarik penanaman modal.
”Peningkatan investasi merupakan indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Tanjungpinang,” tuturnya.
Ia menambahkan, capaian investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026. Menurutnya, sinergi antara kemudahan berusaha, promosi investasi yang lebih terarah, dan kepastian regulasi akan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”kami berharap investasi terus tumbuh sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....