Hari Anak Nasional 2026, Penyuluh agama Ajak Siswa Wujudkan Lingkungan Bebas Bully

  • 23 Jul 2026 18:01 WIB
  •  Tanjungpinang

RI.CO.ID, Lingga - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Stevi, memberikan penyuluhan kepada siswa SD Negeri 007 Lingga Utara, Kelurahan Pancur, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini mengangkat tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" sebagai upaya menanamkan nilai kasih sayang, perlindungan, dan pembentukan karakter sejak usia dini.

Dalam penyuluhan tersebut, Stevi menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah.

Ia mengajak para siswa untuk membangun sikap saling menghormati, menjauhi segala bentuk perundungan (bullying), serta berani melaporkan kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingat bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berakhlak baik, serta memiliki masa depan yang cerah.

"Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk mengingat bahwa anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak baik, serta memiliki masa depan yang cerah," kata Stevi.

SD Negeri 007 Lingga Utara menyambut baik pelaksanaan penyuluhan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hak-hak anak dan pentingnya perlindungan anak. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pendidikan karakter melalui penanaman nilai kepedulian, saling menghargai, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini bertujuan untuk pendidikan karakter dengan menanamkan nilai kepedulian, saling menghargai, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan penyampaian contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan anak, sehingga pesan yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....