25 Alokasi RTLH BSPS Kelurahan Dabo Terancam Dialihkan
- 23 Jul 2026 16:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk Kecamatan Singkep memasuki tahap verifikasi lapangan. Sebanyak 384 rumah diusulkan menerima bantuan perbaikan melalui program tersebut.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lingga menyebut proses administrasi telah selesai. Saat ini, pemerintah hanya menunggu tim Satuan Kerja (Satker) Perumahan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan rumah yang diusulkan memenuhi syarat.
Verifikasi tersebut diperkirakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026. Hasilnya akan menentukan apakah rumah yang diusulkan dinyatakan layak menerima bantuan atau tidak.
Namun, di tengah proses itu, Dinas Perkim menyoroti sikap Pemerintah Kelurahan Dabo. Dari alokasi 50 unit rumah yang disiapkan untuk Kelurahan Dabo, hanya 25 rumah yang berhasil diusulkan.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Lingga, Amiruddin, mengaku kecewa karena pihak kelurahan tidak bersedia mencari kembali rumah yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
"Bahkan, penyesuaian data atau perubahan desil penerima juga disebut tidak mendapat respons," kata Amir, Kamis, 23 Juli 2026.
Akibat kondisi tersebut, Dinas Perkim berencana mengalihkan sisa alokasi sebanyak 25 unit rumah ke kelurahan lain yang lebih siap. Padahal, data yang telah dikirim ke Kementerian PKP sebelumnya mencantumkan alokasi sebanyak 50 unit untuk Kelurahan Dabo.
"Padahal kita sudah kirim ke Kementerian PkP untuk kelurahan dabo sebanyak 50 unit," ujarnya.
Menurut Amiruddin, Kecamatan Singkep sebenarnya sudah memperoleh porsi bantuan yang cukup besar. Karena itu, pihaknya menilai tidak ada alasan lagi mengusulkan tambahan program rumah tidak layak huni (RTLH) melalui Musrenbang apabila kesempatan yang ada tidak dimanfaatkan.
Dinas Perkim juga mengaku mengalami kendala komunikasi dengan Lurah Dabo. Kondisi itu dinilai menghambat percepatan penyaluran bantuan yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Kami juga kesulitan berkomunikasi dengan Lurah Dabo," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....