Dirjen PAUD, Gogot: Transformasi Pendidikan Digital di Kepri Harus Diperkuat
- 23 Jul 2026 17:35 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, melakukan Kunjungan Silaturahmi dan Penguatan Sinergi UPT Kemendikdasmen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di BPMP Provinsi Kepri, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Seiring Arah, Sejalan Aksi, Menguatkan Layanan Pendidikan Bermutu bagi Semua".
Gogot Suharwoto menegaskan visi Pendidikan untuk Semua dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu inklusif, adaptif, dan partisipatif. Menurutnya, pendidikan harus mampu menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa membedakan latar belakang maupun wilayah tempat tinggal. Di sisi lain, pendidikan juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk penguatan pembelajaran berbasis teknologi, coding, dan kecerdasan artifisial (AI), agar peserta didik siap menghadapi tantangan masa depan.
"Peserta didik yang kita layani hidup pada zaman yang berbeda dengan generasi kita. Karena itu, pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Lembaga kita juga harus menjadi organisasi yang agile, mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman," ujar Dirjen Pendidikan PAUD Dikdas PNFI Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.
| Baca juga: Polda Kepri Gelar Upacara Harkitnas Ke-118 |
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sekolah negeri dan sekolah swasta merupakan mitra yang memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Gogot menegaskan UPT memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan Kemendikdasmen di daerah. Selain memastikan seluruh program prioritas kementerian berjalan dengan baik, UPT juga harus memahami karakteristik dan tantangan wilayahnya sehingga kebijakan nasional dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
“Program prioritas kementerian harus berjalan dengan baik, karena sekolah merupakan tempat belajar bagi anak-anak di seluruh Indonesia,” katanya.
Gogot menjelaskan transformasi pendidikan saat ini difokuskan pada empat bidang utama, yaitu penguatan infrastruktur pendidikan, transformasi kurikulum dan pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta tata kelola pendidikan. Salah satu fokus pemerintah adalah percepatan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) yang menempatkan guru sebagai mentor dan inspirator di era digital.
"Transformasi pendidikan saat ini difokuskan pada penguatan infrastruktur, pembelajaran, karakter peserta didik, dan tata kelola agar kualitas pendidikan semakin baik," ucapnya.
Penguatan karakter juga menjadi perhatian utama melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program Pagi Ceria. Program tersebut membiasakan peserta didik bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, tidur lebih awal, serta mengawali kegiatan belajar dengan menyanyikan Indonesia Raya, senam, dan doa bersama.
Ia juga mengajak seluruh UPT Kemendikdasmen di Kepri untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, hanya melalui kolaborasi yang kuat, cita-cita menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi semua sekaligus mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 dapat tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....