Kebijakan Pengumpulan HP di MAN Tanjungpinang Tingkatkan Fokus Belajar Siswa
- 23 Jul 2026 07:45 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kebijakan pengumpulan telepon genggam (HP) sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang menunjukkan hasil yang positif. Langkah yang diterapkan untuk mengurangi distraksi digital tersebut dinilai mampu meningkatkan konsentrasi siswa, keaktifan di kelas, serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan madrasah.
Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, penggunaan gawai saat pembelajaran kerap menjadi tantangan bagi para guru karena berbagai notifikasi media sosial, permainan daring, hingga pesan singkat mengganggu fokus siswa. Kini, setelah pengumpulan HP dilakukan secara konsisten sebelum pelajaran dimulai, suasana belajar menjadi lebih kondusif dan siswa terlihat lebih memperhatikan materi yang disampaikan guru.
Tidak hanya berdampak pada proses akademik, kebijakan tersebut juga menghidupkan kembali interaksi sosial antar siswa. Pada waktu istirahat maupun pergantian jam pelajaran, para siswa terlihat lebih banyak berkomunikasi secara langsung, berdiskusi, dan membangun kebersamaan dengan teman-temannya dibandingkan sebelumnya yang cenderung sibuk dengan telepon genggam masing-masing.
Selain itu, kebijakan ini turut membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik. Mereka belajar membedakan waktu yang tepat untuk menggunakan teknologi serta memahami pentingnya menjaga fokus selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Sejak kebijakan pengumpulan HP diterapkan, saya melihat perubahan yang cukup signifikan. Siswa menjadi lebih fokus mengikuti pelajaran, lebih aktif berdiskusi, dan komunikasi antara guru dengan siswa juga semakin baik," ujar Guru Bahasa Indonesia MAN Tanjungpinang, Renaning Widyawati, Rabu, 22 Juli 2026.
Dampak positif kebijakan itu juga dirasakan oleh siswa kelas XI F6, Bunga Nafisah Rahma. Meski awalnya merasa tidak terbiasa harus menyerahkan HP sebelum pelajaran dimulai, ia mengaku kini lebih mudah berkonsentrasi dan lebih sering berinteraksi dengan teman-temannya saat waktu istirahat.
"Awalnya memang terasa tidak terbiasa, tetapi setelah dijalankan saya merasa lebih fokus saat belajar. Saya juga jadi lebih sering berdiskusi dengan teman-teman ketika istirahat dibandingkan bermain HP," kata Bunga.
Kepala MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiati, menegaskan kebijakan tersebut bukan bertujuan melarang penggunaan teknologi, melainkan mengatur pemanfaatannya secara bijak sesuai kebutuhan pembelajaran. Gawai tetap dapat digunakan sebagai media belajar ketika dibutuhkan di bawah arahan guru sehingga siswa tetap mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
"Keberhasilan kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan penggunaan teknologi secara tepat dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membentuk karakter disiplin peserta didik," ucap Ulfah Ismiati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....