Wabup Lingga Novrizal Luruskan Pernyataan Soal PT CPM
- 22 Jul 2026 20:04 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Wakil Bupati Lingga, Novrizal, memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sebelumnya. Terkait beredar di sejumlah media atas aktivitas tambang timah laut yang dilakukan PT CPM di Desa Pekajang.
Novrizal menegaskan bahwa telah terjadi kekeliruan dalam penafsiran. Antara pertanyaan wartawan dan jawaban yang ia sampaikan melalui pesan WhatsApp.
Ia menjelaskan, komunikasi tersebut bermula pada Rabu 15 Juli 2026 ketika seorang jurnalis mengonfirmasi apakah pimpinan daerah mengetahui aktivitas tambang timah laut PT CPM di Desa Pekajang.
Karena belum sempat memberikan jawaban, wartawan kembali menghubunginya dengan menanyakan informasi mengenai dugaan pertemuan antara pihak PT CPM di sebuah kedai kopi di Dabo Singkep.
Menanggapi pertanyaan itu, Novrizal menjelaskan bahwa dirinya telah menerima laporan dari Camat Lingga mengenai rencana koordinasi dengan Humas PT CPM terkait aktivitas perusahaan tersebut di Pulau Pekajang.
Namun, saat menyampaikan kalimat tidak mengetahui, yang dimaksud adalah tidak mengetahui adanya pertemuan pihak PT CPM di kedai kopi tersebut, bukan tidak mengetahui aktivitas pertambangan yang berlangsung.
| Baca juga: Wabup Lingga Ikuti Pertemuan Menko Polkam |
"Perlu saya luruskan bahwa jawaban saya terkait tidak mengetahui itu adalah mengenai pertemuan pada malam hari tersebut, bukan aktivitas tambang PT CPM di Pekajang," kata Novrizal, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, kesalahpahaman muncul ketika wartawan kembali bertanya. Apakah dirinya baru mengetahui informasi tersebut dari Camat Lingga.
Jawaban yang ia berikan kemudian ditafsirkan seolah-olah Pemerintah Kabupaten Lingga baru mengetahui keberadaan aktivitas tambang PT CPM.
| Baca juga: Wabup Lingga Lantik 50 Anggota BPD |
"Saya mengetahui aktivitas PT CPM. Yang tidak saya ketahui adalah adanya pertemuan malam antara pihak PT CPM di kedai kopi tersebut," ujarnya.
Novrizal berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang telah berkembang di tengah masyarakat dan mengakhiri kesalahpahaman yang muncul.
"Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi yang berkembang," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....