Ikatan Emosional Menjadikan Konflik di Pilkedes Sangat Kompleks

  • 22 Jul 2026 14:42 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) memiliki suasana politik yang berbeda dari Pemilihan kepala daerah maupun Pemilihan lainnya. Pilkades memiliki tantangan yang cukup kompleks disebabkan oleh ikatan emosional yang kuat di masyarakat.

Pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipo) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, mengatakan dalam pencalonan kepala Desa siapa saja mendapat kesempaatan dan peluang yang sama untuk mendaftar. Karena tidak ada aturan yang membatasi seseorag untuk mencalonkan diri, termasuk calon yang satu dan lainnya memiliki hubungan kekerabatan atau tidak.

“Tidak ada satupun larangan yang menyatakan bahwa calon yang mendaftar harus tidak memiliki hubungan kekerabatan atau kekeluargaan satu sama lain. Semuanya memiliki peluang dan kesempatan yang sama,” ujar Endri Sanopaka, Rabu, 22 Juli 2026.

Kondisi ini memunculkan tantangan dan konflik yang rumit didalam Pilkades. Ketika terjadi persaingan antara ikatan emosianal yang terlalu kuat, bahkan antar keluarga inti, potensi kompliknya cukup rumit.

“Bahkan kondisi ini juga dimanfaatkan oleh kontestan luar untuk dapat meraup suara untuknya,” tuturnya.

Selain itu, tantangan terbesar dalam pemilihan Pilkades pada regulasi dan budaya politik masyarakat saat ini. Dulu kepala desa dipilih oleh komunitas masyarakat berdsarkan tata cara atau tradisi yang ada, sekarang berbeda di atur oleh pemerintah.

“Saat ini mekanisme pemilihan diatur oleh negara, yang menyebabkan pergeseran dari tata cara adat yang ada,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....