Remaja Diajak Pahami Kesehatan Reproduksi Demi Masa Depan Sehat Bersama
- 13 Jul 2026 08:09 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dinilai penting untuk membekali siswa memahami perubahan fisik dan psikologis yang terjadi saat memasuki masa pubertas. Melalui pemahaman yang baik, remaja diharapkan mampu menghindari perilaku berisiko serta mempersiapkan masa depan yang lebih sehat.
Ratih Tantri, Bidan Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mengatakan edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak usia remaja, khususnya kepada pelajar tingkat SMA. "Harapannya anak-anak remaja dapat memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya sehingga mampu menghindari perilaku berisiko, mencegah kehamilan remaja dan penyakit menular seksual, serta mempersiapkan masa depan yang sehat dan lebih baik," ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Ratih menjelaskan, persoalan kesehatan reproduksi yang masih sering dihadapi remaja antara lain gangguan menstruasi akibat stres dan pola makan yang tidak seimbang. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya konsumsi makanan ultra-proses atau Ultra Processed Food (UPF) yang kini menjadi tren di kalangan remaja.
Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya tren mencoba rokok konvensional maupun rokok elektrik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Meski demikian, kasus kehamilan remaja di wilayah Teluk Sasah mengalami penurunan signifikan.
"Alhamdulillah, selama dua tahun terakhir kasus kehamilan remaja di wilayah Teluk Sasah menurun jauh, bahkan hingga tahun ini masih nihil. Mudah-mudahan kondisi ini dapat terus dipertahankan," katanya.
Ratih mengimbau remaja menjaga kesehatan fisik dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang sesuai konsep "Isi Piringku". Menurutnya, masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi optimal.
Ia juga mendorong remaja untuk aktif berolahraga guna menjaga kebugaran sekaligus mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Sementara itu, untuk menjaga kesehatan mental, Ratih menyarankan remaja mengembangkan hobi positif, seperti berolahraga dan bermusik, serta tidak ragu berbagi cerita dengan teman sebaya maupun orang tua ketika menghadapi masalah.
Dalam kesempatan itu, Ratih turut meluruskan salah satu mitos yang masih berkembang di masyarakat terkait menstruasi. "Masih banyak yang percaya minum es, air kelapa atau makan mentimun dapat membuat darah haid membeku. Faktanya, menstruasi merupakan proses luruhnya lapisan dinding rahim pada sistem reproduksi, sedangkan makanan dan minuman diproses melalui sistem pencernaan. Keduanya memiliki jalur yang berbeda," ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, seperti mengganti pembalut minimal tiga kali sehari saat menstruasi, menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat, mengganti pakaian dalam sedikitnya dua kali sehari, serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi. "Perawatan organ reproduksi yang baik merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan secara menyeluruh sejak usia remaja," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....