Peminat SMK Batam Melonjak, Pemprov Kepri Siapkan Penambahan Sekolah

  • 30 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Minat lulusan SMP melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Batam pada tahun ajaran 2026/2027 terus meningkat. Kondisi tersebut membuat daya tampung yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh calon peserta didik yang mendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan jumlah pendaftar SMK di Kota Batam mencapai 10.529 orang, sementara daya tampung yang tersedia hanya sekitar 8.825 siswa. Berbeda dengan Batam, sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Kepri masih memiliki kursi yang belum terisi.

“Lonjakan peminat masuk SMK hanya terjadi di Kota Batam,” ujar Andi Agung, Selasa, 30 Juni 2026.

Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I, lanjut Andi Agung, masih terdapat sekitar 3.019 calon peserta didik yang belum memperoleh tempat dan akan mengikuti proses seleksi pada Tahap II.

“Sementara di daerah lain, daya tampung sekolah masih relatif mencukupi,” ucapnya.

Untuk mengatasi keterbatasan daya tampung tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mengambil langkah dengan mengalihfungsikan dua sekolah menengah atas menjadi sekolah menengah kejuruan. Kedua sekolah tersebut berada di kawasan Tembesi dan Tiban, Kota Batam.

”SMA di Tembesi dan SMA di Tiban akan dikonversi menjadi SMK agar dapat menambah kapasitas penerimaan siswa baru di Batam,” ucapnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kepri juga menyiapkan rencana pembangunan dua SMK baru di Kota Batam pada tahun depan. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dinilai memiliki peluang lebih besar untuk langsung memasuki dunia kerja setelah lulus.

”Karena itu, kami merencanakan pembangunan dua SMK baru dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar untuk setiap sekolah,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....