Pengamat Dorong Pemko Tanjungpinang Perkuat Investasi Ketahanan Pangan
- 30 Jun 2026 15:13 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pengamat ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan (STIE Pembangunan) Tanjungpinang, Dimas Satriadi, mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang memperkuat investasi dan kebijakan ketahanan pangan. Hal ini, sebagai langkah strategis menghadapi ketergantungan pasokan dari luar daerah, Selasa, 30 Juni 2026.
Satriadi mengatakan, apabila ketergantungan terhadap daerah pemasok terus berlangsung tanpa upaya penguatan produksi lokal, maka dalam jangka panjang kondisi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan dan meningkatkan tekanan inflasi di daerah. Sehingga Pemko Tanjungpinang harus berani berinvestasi dalam program ketahanan pangan.
”Kalau ketergantungan tidak bisa diminimalisir, akan berdampak pada stabilitas harga, ketika harga tidak stabil, inflasi akan meningkat,” ujar Dimas Satriadi.
Satriadi menilai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pangan lokal. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui kebijakan yang mampu meningkatkan produksi pangan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Tanjungpinang.
Satriadi berharap, pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan. Ia menilai ide dan inovasi dari masyarakat maupun perguruan tinggi dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah.
”Yang terpenting, adanya keseriusan pemerintah dalam menyiapkan kebijakan, dan alokasi anggaran untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....