STIE Tanjungpinang Gelar Workshop Pengelolaan dan Manajerial BUMDes
- 29 Jun 2026 17:36 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - STIE Pembangunan Tanjungpinang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas PMD menyelenggarakan Workshop Pengelolaan dan Manajerial Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun 2026 di Bintan Pearl Beach Resort, pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengelola usaha desa secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rachmad Chartady, yang menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan BUMDes merupakan instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Namun, keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal usaha, melainkan juga oleh kualitas tata kelola, kemampuan manajerial, serta inovasi dalam mengembangkan potensi desa.
“BUMDes harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah penting untuk menciptakan usaha desa yang berkelanjutan,” ujar, Rachmad Chartady, Senin, 29 Juni 2026.
Narasumber lainnya Satriadi, yang juga dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang, mengatakan tantangan BUMDes saat ini bukan hanya pada aspek administrasi, tetapi juga kemampuan membaca peluang pasar, menyusun strategi bisnis, membangun kemitraan, hingga memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, BUMDes perlu bertransformasi dari sekadar lembaga pengelola dana desa menjadi entitas bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Penguatan tata kelola yang baik (good governance), transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan usaha,” ucap Satriadi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola organisasi BUMDes, perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, strategi pengembangan unit usaha, kepemimpinan organisasi, hingga optimalisasi potensi ekonomi lokal. Workshop juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan praktik penyusunan rencana pengembangan usaha desa.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola BUMDes yang adaptif terhadap perubahan, memiliki kompetensi manajerial yang baik, serta mampu mengembangkan potensi desa menjadi usaha yang produktif dan berdaya saing. Penguatan kapasitas pengelola BUMDes dinilai penting mengingat peran BUMDes sebagai instrumen peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi masyarakat desa.
“Hal ini juga sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendorong BUMDes yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, STIE Pembangunan Tanjungpinang, menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian saja. Tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dapat mempercepat terwujudnya BUMDes yang mandiri, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....