Kolaborasi UMRAH Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove, Upaya Selamatkan Ekosistem Pesisir
- 27 Jun 2026 15:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Sebanyak 20 ribu bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Jalan Sultan Mansur Syah, depan Gedung Satu Gurindam Kampus UMRAH, di Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Sabtu, 27 Juni 2026. Penanaman tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 2026 sekaligus mendukung gerakan Hari Mangrove Indonesia.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang, serta Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepri. Selain dosen dan mahasiswa, kegiatan juga melibatkan ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta.

Koordinator Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana UMRAH, Febrianti Lestari, mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata dalam memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi akibat abrasi, sedimentasi, maupun perubahan tata guna lahan. Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada hasil laut.
”Kami berhasil menanam sekitar 20 ribu bibit mangrove, dan berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” ujar Febrianti Lestari.

Ia menambahkan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 52 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan dari berbagai angkatan serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan dan sivitas akademika UMRAH. Ke depan, pihaknya berencana membangun Mangrove Information Center UMRAH sebagai pusat edukasi dan informasi mangrove di Kepri.
“Nantinya, pemantauan terhadap bibit yang telah ditanam akan dilakukan secara berkala termasuk penyulaman apabila terdapat tanaman yang tidak tumbuh optimal,” ucapnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Sei Jang Duriangkang, Bambang Irawan, mengatakan seluruh bibit yang ditanam berasal dari persemaian BPDAS sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir. Ia berharap, tutupan mangrove di Kepri dapat kembali seperti semula sehingga mampu menahan abrasi, melindungi garis pantai, dan mengembalikan fungsi hutan mangrove.
“Kami berharap masyarakat terus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan mangrove di masa mendatang,” ujar Bambang Irawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....