Kondisi Tanah Menjadi Salah Satu Tantangan Pertanian di Bintan
- 26 Jun 2026 13:21 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Kondisi tanah menjadi salah satu tantangan dalam melakukan pertanian di Kabupaten. Karena untuk memperbaiki agar tanah menjadi bagus dan subur untuk bertani memerlukan biaya yang cukup besar.
Penyuluh Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Gindriawan Saftaziana, mengatakan derajat keasaman tanah yang ada di Kabupaten menjadi tantangan utama dalam bertani. Hasil penelitian yang dilakukan derajat keasaman (PH) di Bintan sebesar 4,3.
“Ini menunjukkan tanah di Bintan cukup asam dan tidak cocok untuk dilakukan pertanian. Keasaman tanah tersebut menjadikan tanaman sulit untuk tumbuh subur,” ujar Gindriawan Saftaziana, Jumat, 26 Juni 2026.
Tanah yang asam membuat tanaman sulit untuk menyerap unsur hara yang penting bagi pertumbuhannya. Tanaman tumbuh menjadi tidak optimal dan cendurung kurang subur.
Dengan demikian, diperlukan pengolahan tanah terlebih dahulu agar tanaman yang ditanaman dapat tumbuh dengan subur. Pengolahan tanah tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit dan cenderung mahal.
“Untuk mengurangi keasaman PH tanah tentunya dialkukan penaburan kapur di tanah tersebut sebelum melakukan penanaman. Peneburan kapur tentunya perlu biaya yang tentunya tidak sedikit,” tuturnya.
Dampak keasaman PH tanah terkadang menajdikan tanaman yang di tanam di Bintan berbeda ketika ditanam di daerah lain. Ketika ditanaman di daerah lain dengan tanhanya yang subur dan PH tanahnya baik, tanamannya subur, namuan di tanam di Bintan jadi kecil dan tidak subur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....