Andi Cori: Setop Truk Fuso dan Alat Berat Diduga Tambang Pasir Ilegal di Bintan!
- 19 Jun 2026 17:31 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Tokoh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), Andi Cori Patahuddin, melayangkan peringatan keras terhadap maraknya aktivitas pertambangan pasir ilegal di Kabupaten Bintan. Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk segera menghentikan operasi tambang tanpa izin yang mengandalkan alat berat ekskavator dan armada truk bertonase besar.
"Saya meminta kepada seluruh stakeholder untuk dapat menghentikan sementara tambang rakyat yang menggunakan kendaraan berat seperti truk Fuso, " ujar Andi Cori saat memberikan keterangan kepada media, Jum'at, 19 Juni 2026.

Andi Cori mengajak semua pihak untuk mewujudkan tata kelola tambang yang sesuai aturan. Ia menyerukan agar aktivitas tambang ilegal yang memobilisasi truk Fuso berkapasitas besar segera disetop karena terbukti merusak fasilitas umum, infrastruktur jalan, serta mengancam keselamatan pengguna jalan raya.
Aktivitas ilegal ini mendapat sorotan tajam lantaran armada truk Fuso bermuatan pasir tersebut bebas melintasi jalan raya publik yang dibangun menggunakan uang negara. Akibatnya, kekuatan struktur jalan umum dan jembatan yang tidak dirancang untuk menahan beban berlebih (overloading) kini mengalami kerusakan parah.
"Jalan raya dan jembatan dibangun dengan uang negara, tetapi dipakai untuk lalu lintas pertambangan ilegal. Hari ini adalah peringatan pertama dan terakhir bagi para pengusaha tersebut," Andi Cori menegaskan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti visual lengkap dari udara terkait titik lokasi penambangan serta pergerakan alat berat di lapangan. Jika peringatan ini diabaikan, ia bersama rekan-rekannya siap membawa barang bukti tersebut langsung ke markas penegak hukum di Jakarta.
"Kami sudah punya data umum yang lengkap, termasuk rekaman drone lokasi operasional alat berat yang sudah kami ambil semua. Kalau tidak diindahkan, kami akan berangkat ke Jakarta dan melaporkan semuanya," ucapnya.

Tokoh Masyarakat Bintan, Rasyid, yang mendampingi Andi Cori. Ia mengkritik adanya diskriminasi hukum yang mencolok di lapangan, di mana aparat cenderung hanya menindak pekerja kecil, bukan pemilik modal yang menyuplai fasilitas tersebut.
"Kalau di lapangan itu sangat kelihatan sekali diskriminasi dalam melakukan penegakan hukum. Kenapa yang ditangkap selalu orang kecil, bukan pengusaha besar yang mengoperasikan alat berat dan armada truk Fuso tersebut," kata Rasyid.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....