Damkar Singkep Evakuasi King Kobra dari Rumah

  • 17 Jun 2026 14:08 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga – Seekor king kobra sepanjang sekitar 3,5 meter membuat penghuni rumah di kawasan Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, mendadak waspada. Reptil berbisa itu ditemukan berada di dalam rumah warga di RT 03 RW 07, Persiapan Kebun Nyiur.

Laporan warga yang khawatir dengan keberadaan ular tersebut langsung diterima Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga. Petugas Damkar pun segera menyiapkan perlengkapan evakuasi dan bergerak menuju lokasi kejadian.

Dengan waktu respons sekitar 15 menit, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi. Petugas menyusun strategi penanganan agar keselamatan penghuni rumah maupun personel tetap terjaga selama proses evakuasi berlangsung.

King kobra dikenal sebagai salah satu jenis ular berbisa yang memiliki tingkat bahaya tinggi. Karena itu, petugas tidak ingin gegabah menghadapi tamu bersisik yang jelas tidak diundang tersebut.

Berbekal tiga stik penjepit ular, tim Damkar mulai melakukan proses evakuasi secara perlahan dan terukur. Setiap gerakan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari serangan maupun risiko yang tidak diinginkan.

Setelah sekitar 25 menit berjibaku dengan sang penguasa reptil itu, petugas akhirnya berhasil mengamankannya. Ular king kobra tersebut dievakuasi tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap warga sekitar.

Danton Damkar Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan, kesigapan warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas sangat patut di apresiasi. Menurutnya, tindakan cepat warga jauh lebih aman dibanding mencoba menangkap ular berbisa secara mandiri.

"Kalau menemukan ular berbahaya, segera hubungi petugas," kata Ikmal, Rabu 17 Juni 2026.

Ia menambahkan, ular yang berhasil diamankan akan dipindahkan ke habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga. Langkah itu dilakukan agar keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa harus mengganggu keseimbangan alam.

"Jangan mencoba menjadi pawang dadakan karena ular tidak peduli seberapa banyak video penangkapan ular yang pernah ditonton," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....