FGD UMRAH Tingkatkan Kesadaran Pelestarian Ekosistem Mangrove

  • 15 Jun 2026 08:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Produktivitas Ekosistem Mangrove Panglima Bulang Tanjungpinang melalui Rehabilitasi, Edukasi, dan Bimbingan Kelembagaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Mangrove Panglima Bulang, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu, 13 Juni 2026.

FGD tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional yang didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Kegiatan ini bertujuan memperkuat produktivitas ekosistem mangrove melalui upaya rehabilitasi kawasan, edukasi masyarakat, serta penguatan kelembagaan.

Lurah Kampung Bulang, Zurfariza, mengapresiasi dengan baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, forum diskusi yang melibatkan akademisi, masyarakat, dan mahasiswa itu dapat menjadi sarana kolaborasi dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Semoga kegiatan FGD ini bisa menjadi wadah bagi kita untuk saling berkolaborasi dalam pelestarian lingkungan,” ujar Zurfariza.

Anggota pelaksana kegiatan, Lamidi, menjelaskan, program yang dilaksanakan UMRAH bersama masyarakat dan organisasi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya keberadaan mangrove bagi kehidupan manusia dan kelestarian ekosistem pesisir.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat akan memperoleh informasi mengenai berbagai jenis mangrove dan manfaatnya,” ujar Lamidi.

Lamidi menambahkan, rangkaian kegiatan tidak hanya berupa diskusi, tetapi juga akan diikuti dengan aksi penanaman mangrove bersama. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi serta menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan produktif.

“Ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membantu pemerintah menjaga lingkungan agar tetap lestari,” ucapnya.

Lamidi berharap, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ekosistem mangrove di kawasan Panglima Bulang semakin terjaga. Selain itu, mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kota Tanjungpinang.

”Harapannya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir semakin meningkat,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....