Pesisir Bintan Kerap Menjadi Langganan Sampah Kiriman saat Musim Angin Utara

  • 10 Jun 2026 17:14 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Pencemaran sampah laut menjadi ancaman Kabupaten Bintan, terutama saat musim angin utara. Karena geografis Bintan, berbatasan langsung dengan jalur perairan internasional.

Tumpukan sampah yang terbawa arus dan angin kerap terdampar di sejumlah kawasan pesisir. Sehingga mengganggu ekosistem laut serta aktivitas masyarakat nelayan.

Salah seorang Pegiat Lingkungan di Kabupaten Bintan, Iwan Winarto, mengatakan fenomena sampah kiriman tersebut terjadi hampir setiap tahun. Bahkan, menjadi tantangan serius bagi wilayah pesisir Bintan.

“Setiap penghujung tahun, pesisir perairan Bintan, kerap menjadi langganan sampah kiriman,” kata Iwan Winarto, Rabu, 10 Juni 2026.

Saat musim angin utara, volume sampah menjadi kontribusi yang sangat besar ke wilayah pesisir. Tidak hanya itu, limbah minyak hitam juga mencemari pesisir, seperti di Pengudang, Berakit dan Pantai Trikora.

Adapun jenis sampah yang ditemukan didominasi plastik, botol minuman, kemasan makanan, hingga berbagai jenis limbah rumah tangga lainnya. “Kondisi tersebut tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga mengancam kelestarian biota laut,” tuturnya.

Ia menilai penanganan persoalan sampah laut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kerja sama lintas wilayah dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Mulai dari pusat sampai daerah dibutuhkan kerjasamanya untuk mencegah sampah masuk ke laut. Selanjutnya, peran aktif masyarakat juga dibutuhkan supaya tidak membuang sampah ke laut,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....