Anggaran BGN Tersendat, Dua SPPG Tanjungpinang Tidak Beroperasi

  • 10 Jun 2026 05:25 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tanjungpinang untuk sementara menghentikan operasionalnya akibat belum cairnya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kedua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut berada di Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Selasa, 9 Juni 2026.

Koordinator SPPG wilayah Tanjungpinang, Retno, mengatakan penghentian operasional yang dimulai sejak Senin, 8 Juni 2026 itu bersifat sementara. Hal ini dikarenakan, keterbatasan dana operasional sambil menunggu pencairan anggaran dari pemerintah pusat.

"Memang berhenti sementara karena kekurangan dana untuk operasional dan dana belum cair," ujar Retno.

Retno menjelaskan, dari total 23 SPPG yang tersebar di Tanjungpinang, sebanyak 21 unit masih tetap beroperasi untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada para pelajar serta ibu hamil di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut. Menurutnya, pihaknya belum dapat memastikan kapan pencairan dana dari BGN akan dilakukan, namun, proses penyaluran anggaran masih berlangsung mengingat banyaknya SPPG yang telah berdiri di berbagai daerah di Indonesia.

"Di pusat masih proses pencairan dana, mengingat ada puluhan ribu SPPG yang sudah berdiri, sehingga membutuhkan waktu," ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyebutkan, terhentinya operasional dua dapur MBG tersebut disebabkan tidak lancarnya arus kas. Selama ini, sebagian besar SPPG di Tanjungpinang lebih dahulu menggunakan dana talangan untuk menjalankan program sebelum dana pengganti dicairkan.

"Jadi berhenti beroperasi untuk menunggu pencairan," ujar Zulhidayat.

Ia menambahkan, distribusi makanan bergizi dari kedua SPPG tersebut juga akan dihentikan sementara hingga anggaran dari BGN diterima. Menurutnya, kelanjutan operasional kedua dapur tersebut sepenuhnya bergantung pada proses pencairan dana dari pemerintah pusat.

"Kapan beroperasi lagi, ya menunggu pencairan dari BGN," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....