Terjerat Judi Daring di Kamboja, Puluhan Pekerja Asal Kepri Pulang Kampung

  • 09 Jun 2026 18:48 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepulauan Riau (Kepri) mengonfirmasi pemulangan puluhan tenaga kerja asal Kepri dari Kamboja. Para pekerja migran tersebut sebelumnya terdeteksi terlibat dalam jaringan judi daring sebagai operator penipuan.

Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, menjelaskan kepulangan mereka ke tanah air dilakukan secara mandiri. Keputusan tersebut diambil para pekerja setelah situasi konflik di wilayah mereka bekerja memanas beberapa waktu lalu.

"Sementara ini kepulangan mereka secara mandiri, ada sekitar puluhan orang, " ujar Doli Boniara, Selasa 9 Juni 2026.

Menanggapi kejadian ini, pemerintah meminta masyarakat untuk bersikap lebih kritis dan selektif. Menurut Doli, Warga harus waspada terhadap berbagai tawaran pekerjaan luar negeri yang menjanjikan penghasilan tidak rasional.

"Masyarakat harus sangat berhati-hati agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar," ujarnya.

Doli menegaskan kewaspadaan adalah kunci utama untuk menghindari jeratan sindikat penipuan daring. Di sisi lain, BP2D terus melakukan pemantauan ketat terhadap warga Kepri yang disinyalir masih tertahan di Kamboja.

"Pemerintah terus melakukan pemantauan bagi warga Kepri yang masih tertahan di sana," tuturnya.

BP2D menjalin koordinasi intensif dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri. Sinergi dengan pemerintah pusat dilakukan guna memetakan keberadaan warga yang belum kembali.

"Pihak kementerian juga berperan krusial dalam memfasilitasi komunikasi serta bantuan melalui KBRI di Kamboja," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....