Hulubalang LAM provinsi Kepri Siap Jaga Identitas Melayu

  • 08 Jun 2026 18:14 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pengukuhan Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Masa bhakti 2026 – 2031. Datuk Endi Maulidi resmi dikukuhkan sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri, di Balai Adat Seri Indera Sakti Taman Gurindam 12, Senin, 8 Juni 2026.

Ketua Hulubalang LAM Kepri, Datuk Endi Maulidi, mengatakan pengukuhan ini sebagai menjaga jati diri masyarakat Melayu dari ancaman nilai-nilai adat dan budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Selain itu beberapa program prioritas yang akan dijalankan selama masa periode dirinya.

“Salah satunya kami akan membentuk Hulubalang di setiap kota atau kabupaten yang ada di Kepri,” kata Datuk Endi Maulidi.

Hulubalang merupakan sebutan untuk prajurit atau pengawal sultan yang bertugas menjaga keamanan dalam kerajaan Melayu. Hampir sebanyak 170 anggota Hulubalang LAM Provinsi Kepri.

“Anggota terdiri dari anak muda dari berbagai macam beladiri yang ada di kepri, untuk menjaga keseimbangan dan kami bekerja sama dengan apparat penegak hukum juga,” ucapnya.

Gubenur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, mengingatkan tantangan yang dihadapi hulubalang saat ini tidak lagi sama seperti masa lalu. Jika dahulu hulubalang menjaga negeri dari ancaman yang tampak di depan mata, kini mereka dituntut ikut menjaga masyarakat dari ancaman yang tak kasat mata.

“Antara lain lunturnya adat dalam pergaulan, melemahnya penghormatan kepada orang tua dan guru, munculnya perpecahan akibat fitnah dan ujaran kebencian, hingga hilangnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya dan identitas Melayu,” ujar Gubenur Kepri, Ansar Ahmad.

Ansar juga mengajak para hulubalang menjaga warisan paling berharga yang ditinggalkan para leluhur. Warisan itu bukan semata bangunan atau peninggalan sejarah, melainkan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat Melayu, seperti agama, adat, sopan santun, musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama.

“Kepulauan Riau adalah tanah bertuah, pusat peradaban Melayu yang melahirkan ulama, sastrawan, pemikir, dan pemimpin besar. Jejak pemikiran mereka masih menerangi alam Melayu hingga hari ini,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....