Dinkes Tanjungpinang: Konsumsi Daging Kurban Berlebihan Berisiko Picu Hipertens

  • 30 Mei 2026 18:58 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Konsumsi daging kurban saat Hari Raya Iduladha sering dikaitkan dengan meningkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang dan sangat bergantung pada jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, serta cara pengolahan daging yang dikonsumsi, Sabtu, 30 Mei 2026.

Nutrisionis Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Renta Paulina Sijabat, mengatakan, daging merah memang memiliki potensi meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Sehingga, masyarakat perlu memahami kondisi kesehatannya masing-masing sebelum mengonsumsi daging kurban.

"Bukan tidak boleh sama sekali, tetapi bagi penderita kolesterol tinggi dan hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi daging," ujar Renta Paulina Sijabat.

Menurutnya, kandungan gizi dalam daging juga berbeda-beda tergantung bagian yang dikonsumsi. Daging tanpa lemak umumnya mengandung protein dan zat besi yang tinggi, sementara bagian yang mengandung banyak lemak memiliki kalori dan kandungan kolesterol yang lebih tinggi.

Renta menjelaskan, untuk orang dewasa dengan kondisi kesehatan normal, konsumsi daging sekitar 60 hingga 70 gram atau setara satu potong dalam sekali makan masih tergolong aman. Namun, cara pengolahan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

"Kalau pengolahan menggunakan santan dan dimasak waktu lama, kalorinya lebih tinggi dan dapat meningkatkan risiko kolesterol maupun tekanan darah," ucapnya.

Ia menyebutkan, kelompok masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan hipertensi agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging kurban. Selain membatasi porsi makan, masyarakat juga dianjurkan tetap aktif berolahraga untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh.

"Semua harus dikonsumsi dengan bijak dan tetap diimbangi aktivitas fisik," tuturnya.

Ia menambahkan, rasa kantuk yang sering muncul setelah mengonsumsi daging bukan semata-mata disebabkan oleh daging itu sendiri. Menurutnya, kondisi tersebut biasanya terjadi karena kombinasi konsumsi karbohidrat, proses pencernaan protein yang membutuhkan energi lebih besar, serta faktor kelelahan tubuh.

"Ada kemungkinan kadar gula meningkat setelah makan, ditambah proses pencernaan protein yang membutuhkan energi lebih banyak," katanya.

Ia mengimbau masyarakat, untuk menjaga pola makan selama Iduladha dengan menerapkan prinsip gizi seimbang. Yaitu, mengonsumsi karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam porsi yang cukup serta mengatur waktu makan secara teratur.

"Yang paling penting adalah makan dengan gizi seimbang dan tidak berlebihan," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....