Wamen Isyana: Tekan Risiko Stunting BKKBN Prioritas Intervensi Kategori 4 Terlalu
- 25 Mei 2026 18:30 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersinergi dengan Rumah Zakat menyalurkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Langkah nyata ini menyasar langsung Keluarga Berisiko Stunting (KRS) demi mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Bantuan kolaboratif tersebut diwujudkan melalui penyerahan paket nutrisi kepada lima KRS yang dinilai sangat membutuhkan. Selain itu, intervensi gizi juga diberikan kepada 15 orang penerima manfaat yang masuk dalam kategori 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan bawah dua tahun (baduta).
Wakil Menteri Kemendukbangga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa mengandalkan satu instansi saja. Diperlukan keterlibatan aktif dari lembaga sosial dan masyarakat luas agar pemenuhan gizi anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam membantu pemenuhan gizi anak dapat terpenuhi,” kata Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Senin 25 Mei 2026.

Saat meninjau lokasi di Rumah Bahagia, Gunung Kijang, Wamendukbangga menginginkan Program GENTING menjadi gerakan sosial yang masif. Dukungan dari berbagai mitra strategis diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga sekaligus menekan risiko stunting sejak dini.
“Program untuk mengatasi stunting terus saja kita lakukan dengan dukungan program pak Presiden Makan Bergizi Gratis 3B,” ucapnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat memiliki 15 persen anak yang berisiko stunting. Lewat pendekatan kebersamaan ini, pemerintah optimistis seluruh sasaran rentan dapat tertangani dengan cepat dan tepat.
Intervensi pencegahan ini diprioritaskan bagi keluarga yang masuk dalam kategori '4 Terlalu', yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, atau terlalu dekat jarak kelahiran. BKKBN juga mengolaborasikan data internal dengan BPS untuk memetakan wilayah sasaran secara akurat.
“Dalam kategori 4 terlalu ini menjadi prioritas bagi kita termasuk edukasi makanan bergizi yang dilaksanakan hari ini oleh dapur sehat atasi stunting,” ujarnya.
Bantuan penunjang yang disalurkan tidak hanya terbatas pada pemenuhan gizi makro dan mikro saja. Sinergi ini juga mencakup aspek sanitasi seperti penyediaan air bersih dan perbaikan fasilitas jamban sehat bagi rumah warga tidak layak huni.
Melalui penguatan kemitraan antara pemerintah dan unsur masyarakat, komitmen melahirkan generasi berkualitas terus dikebut di Kepri. Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia emas yang benar-benar bebas dari ancaman stunting.
“Kolaborasi berkelanjutan adalah kunci utama cegah stunting demi Indonesia Emas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....