DPPP Tanjungpinang Gencarkan Edukasi Pengurangan Sampah Pangan

  • 25 Mei 2026 17:33 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang melalui Bidang Ketahanan Pangan mulai menggencarkan kampanye pengurangan sampah makanan kepada masyarakat yaitu Program Stop Boros Pangan (SBP). Langkah tersebut merupakan bagian dari program nasional Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang bertujuan menekan pemborosan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan makanan secara bijak, Senin, 25 Mei 2026.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Tanjungpinang, Yesi Perdeawati mengatakan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), produksi sampah di Kota Tanjungpinang pada tahun 2024 mencapai sekitar 98 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan sampah makanan.

“Kalau dikonversikan sekali porsi makan, 60% sampah makanan bisa memberikan makan kenyang kepada 50% masyarakat Tanjungpinang,” ujar Yesi Perdeawati.

Menurutnya, potensi kehilangan pangan terjadi di berbagai tahapan, mulai dari pasca panen, distribusi, hingga konsumsi rumah tangga. Ia menjelaskan, bahan pangan yang tercecer saat panen, rusak di gudang penyimpanan, busuk di pasar, hingga makanan yang tidak habis dikonsumsi masyarakat menjadi penyumbang utama pemborosan pangan.

“Nah setelah dimasak pun belum tentu habis dimakan, jadi sangat besar potensi kerugian yang diakibatkan oleh sampah makanan,” ucapnya.

Yesi menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa makanan yang dikonsumsi tidak hanya berasal dari uang pribadi, tetapi juga mendapat banyak intervensi pemerintah. Menurutnya, dalam setiap bahan pangan terdapat subsidi dan dukungan negara mulai dari pupuk, bahan bakar, hingga pelatihan kepada petani dan nelayan.

“Dalam sepiring nasi itu banyak subsidi pemerintah, begitu juga tempe, ikan, ayam, dan sayur,” tuturnya.

Sehingga, DPPP Tanjungpinang mengajak masyarakat mulai membiasakan makan secukupnya dan berbelanja secara bijak. Saat ini pihaknya juga tengah menyusun surat edaran kepada Wali Kota Tanjungpinang terkait upaya pengurangan sampah makanan di berbagai sektor.

“Nanti edarannya ditujukan untuk hotel, restoran, kantin, SPPG, sekolah, hingga masyarakat luas karena berpotensi menghasilkan sampah makanan,” katanya.

Selain edukasi pengurangan sampah makanan, DPPP juga membagikan tote bag kepada masyarakat. Hal ini, sebagai bagian dari kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Itu salah satu bentuk kampanye kami kepada masyarakat, salah satunya sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....