Peternakan Eza Mandiri Siap Jadi Ekowisata Edukasi
- 23 Mei 2026 11:42 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban di Peternakan Eza Mandiri mengalami lonjakan signifikan. Tingginya minat masyarakat membuat stok kambing kurban di peternakan tersebut habis terjual, sementara sapi kurban kini hanya tersisa tiga ekor.
Pemilik Peternakan Eza Mandiri, Jefrizal, mengatakan tingginya permintaan menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mengembangkan usaha peternakan. Tidak hanya sebagai tempat jual beli hewan kurban, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan ekowisata peternakan di Kota Tanjungpinang.
“Kedepannya selain untuk jual beli, targetnya ingin dijadikan ekowisata untuk edukasi juga. Jadi masyarakat bisa belajar tentang peternakan, mulai dari pengembangbiakan sampai perawatan ternak,” ujar Jefrizal, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menyebutkan, dari 150 ekor kambing kurban yang disiapkan tahun ini seluruhnya telah habis terjual. Sedangkan untuk sapi kurban, dari total 115 ekor yang tersedia kini hanya tersisa tiga ekor.
“Kalau kambing, alhamdulillah, 150 ekor sudah sold out semua. Untuk sapi dari 115 ekor sekarang tinggal tiga ekor,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha, pihak peternakan berencana kembali mendatangkan sekitar 40 ekor kambing tambahan pada akhir pekan ini. Selain fokus pada penjualan hewan kurban, Peternakan Eza Mandiri juga mengembangkan sektor breeding atau pengembangbiakan ternak.
Saat ini tersedia sekitar 50 ekor kambing breeding yang terdiri dari pejantan, indukan, dan anak kambing. Sementara itu untuk sapi breeding terdapat sekitar 15 ekor indukan dan anak sapi.
Beragam jenis ternak dikembangkan di peternakan tersebut, mulai dari kambing kacang, kambing lokal, kambing PE (Peranakan Etawa), jawarandu, hingga kambing safera. Beberapa jenis kambing juga dikembangkan untuk produksi susu karena dinilai memiliki hasil susu yang tinggi.
Tak hanya itu, Eza Mandiri turut mengembangkan kambing boer, ras kambing pedaging asal Afrika Selatan yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan produksi daging lebih banyak dibanding kambing lokal.
Untuk sapi, mayoritas ternak yang tersedia merupakan sapi Bali. Selain itu terdapat pula sapi jenis simental, limousin, angus, peranakan ongole (PO), hingga Friesian Holstein (FH) yang dimanfaatkan untuk produksi susu.
Jefrizal menambahkan, harga hewan kurban tahun ini relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Harga kambing dijual mulai Rp3 juta, sedangkan Sapi Bali berkisar Rp22 juta hingga Rp25 juta. Untuk sapi premium, seperti simental, limousin, angus, dan PO dibanderol mulai Rp30 juta hingga Rp55 juta tergantung ukuran dan ras.
“Harapan kami tiap tahun stok yang kami siapkan habis dan pembeli puas. Kalau puas, Insya Allah tahun depan mereka datang kembali,” katanya, mengakhiri.
Penulis: Assyifa Khansa Syahidah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....