Peran Keluarga Melindungi Anak dari Dampak Negatif Medsos

  • 21 Mei 2026 15:27 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penyuluh Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Riau, Siska Sukmawaty, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari dampak negatif media sosial. Hal itu disampaikannya dalam program Jendela Kepri di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Siska, banyak anak-anak yang saat ini mengakses media sosial tanpa pengawasan memadai dari orang tua. Ia menilai kondisi tersebut dapat memicu perubahan perilaku, menurunnya fokus belajar, hingga penyimpangan moral pada usia dini.

Siska mengaku pernah menemukan siswa sekolah dasar yang sudah menggunakan bahasa tidak pantas, akibat terpapar tontonan dewasa dari internet. Kondisi itu dinilai menjadi tanda bahwa pengawasan penggunaan gawai perlu diperkuat di lingkungan keluarga.

“Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa saat ini anak-anak kita sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” ucap Siska.

Ia juga menyoroti maraknya siaran langsung atau live streaming di media sosial yang menampilkan konten tidak layak ditonton anak-anak. Menurutnya, akses terhadap konten semacam itu dapat memengaruhi imajinasi dan pola pikir anak jika tidak diawasi.

Siska mengingatkan orang tua agar berhati-hati meminjamkan identitas pribadi dan perangkat digital kepada anak. Ia mencontohkan adanya kasus penggunaan identitas orang tua untuk aktivitas ilegal seperti judi online.

“Kalau kita tidak mau repot saat anak kecil, maka saat mereka dewasa kita akan semakin lelah,” ujarnya.

Siska menyarankan orang tua membangun komunikasi intens dengan anak minimal 15 hingga 20 menit setiap hari. Ia menilai obrolan ringan dan keterbukaan dalam keluarga dapat membantu orang tua memahami aktivitas media sosial anak, tanpa membuat mereka merasa dikekang.

Selain keluarga, ia menegaskan sekolah, pemerintah, platform digital, dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi muda. Implementasi PP Tunas diharapkan menjadi langkah awal membangun ruang digital yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....