Tanjungpinang Hadapi Tantangan Serius Kekerasan Perempuan dan Anak
- 20 Mei 2026 17:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius Sebab, berdampak luas terhadap korban maupun tumbuh kembang anak dalam keluarga.
“Persoalan perlindungan perempuan dan anak memiliki dampak yang sangat luas, bukan hanya bagi korban tetapi juga terhadap perkembangan anak dalam lingkungan keluarga,” ujar Marzul, Rabu 20 Mei 2026.
Ia mengatakan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. UPTD PPA Kota Tanjungpinang terus berupaya memberikan layanan yang komprehensif, kompeten, efektif dan efisien
"bagi korban maupun keluarga yang membutuhkan pendampingan,” ujarnya.
Berdasarkan data UPTD PPA, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat 80 anak menjadi korban kekerasan dan 12 anak sebagai pelaku.
Sementara pada 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 99 anak korban dan 18 anak pelaku. Untuk tahun 2026 hingga April, tercatat 32 anak menjadi korban kekerasan dan 10 anak sebagai pelaku.
"Sedangkan kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 17 korban,” ucapnya.
Meski demikian, Marzul menilai meningkatnya angka laporan juga menunjukkan mulai tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melapor terhadap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Ini menunjukkan masyarakat mulai berani speak up dan melaporkan kasus kekerasan yang terjadi,” katanya.
Ia berharap berbagai pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan secara masif dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang.
“Kami berharap melalui pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan secara masif, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan serta kepedulian masyarakat semakin meningkat,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....