Pemkab Lingga Gelar Pasar Murah Tekan Lonjakan Harga

  • 20 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Pemerintah Kabupaten Lingga kembali menggelar operasi pasar murah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Lapangan Yusuf Kahar, Kecamatan Senayang. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Lingga Zainal Abidin pada Selasa 19 Mei 2026.

Pasar murah digelar sebagai langkah pemerintah daerah menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok yang mulai dirasakan masyarakat. Pemerintah menilai gejolak ekonomi global dan distribusi barang menjadi faktor utama meningkatnya harga di daerah.

Zainal Abidin mengatakan kondisi ekonomi global yang tidak stabil turut memengaruhi daya beli masyarakat di Kabupaten Lingga. Menurutnya, kenaikan harga BBM dan kelangkaan stok barang membuat biaya produksi serta harga jual kebutuhan pokok ikut melonjak.

“Maka berimbas kepada meningkatnya harga produksi maupun harga jual barang-barang konsumsi sehingga memberatkan kepada kita masyarakat umum,” kata Zainal Abidin.

Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Bagian Ekonomi SDA Setda Lingga kemudian menggandeng Bank Indonesia serta sejumlah perusahaan untuk menyalurkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Langkah itu dilakukan agar tekanan inflasi tidak semakin membebani masyarakat pesisir dan pulau.

"Pasar murah menjadi salah satu cara cepat yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih," ujarnya.

Pemerintah daerah juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di sejumlah kecamatan lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Bagian Ekonomi SDA Setda Lingga melakukan berbagai terobosan-terobosan untuk mengurangi beban masyarakat.

"Salah satunya dengan menggandeng Bank Indonesia serta perusahaan-perusahaan untuk mengadakan kegiatan pasar murah ini,” katanya.

Sebelumnya kegiatan pasar murah juga telah dilaksanakan di Kecamatan Posek sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah. Pemerintah menilai pola distribusi langsung ke kecamatan lebih efektif menjangkau masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.

“Beberapa waktu yang lalu kegiatan serupa sudah kita adakan di Kecamatan Posek, hari ini disini di Kecamatan Senayang, mudah-mudahan kita dapat terus mengadakan kegiatan seperti ini semoga bermanfaat dan dapat membantu masyarakat,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....