Polres Lingga Uji Ketat Makanan Gratis Demi Keamanan

  • 20 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Polres Lingga bersama Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lingga mengambil sampel makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Singkep Barat Kuala Raya 4 Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Lingga. Pemeriksaan dilakukan sejak dini hari untuk memastikan makanan yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi.

Petugas melakukan pemeriksaan sejumlah menu yang akan disalurkan, mulai dari telur balado, tahu krispi, tumis labu dan wortel, nasi putih hingga jeruk mandarin. Sampel air bersih dan air minum juga ikut diuji untuk mendeteksi kemungkinan pencemaran bakteri maupun zat kimia berbahaya.

Tim kesehatan mengambil sampel langsung dari area pengolahan dan titik distribusi air di dapur SPPG. Seluruh sampel kemudian dikemas khusus sebelum dikirim ke Laboratorium Labkesmas Batam menggunakan kapal ferry untuk menjalani pengujian mikrobiologi dan kimia.

Pengujian laboratorium difokuskan pada pendeteksian bakteri E.coli serta kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, dan Rhodamin B. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh bahan pangan memenuhi standar kesehatan sebelum dikonsumsi masyarakat.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan mengatakan, bahwa pengawasan makanan MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia menyebut keamanan pangan menjadi syarat utama dalam pelaksanaan program bantuan makanan bergizi.

“Kami mendukung penuh pengawasan kualitas makanan melalui uji laboratorium ini agar makanan yang disalurkan benar-benar aman, sehat, higienis, dan layak dikonsumsi masyarakat,” kata AKBP Pahala, Rabu 20 Mei 2026.

PS Kasidokkes Polres Lingga, Aipda Tigor Micael Simarmata mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah risiko gangguan kesehatan pada penerima manfaat MBG. Menurutnya, pengawasan ketat harus dimulai sejak proses pengolahan hingga distribusi makanan.

“Pengujian laboratorium ini penting dilakukan untuk memastikan makanan dan air yang digunakan benar-benar higienis, bebas dari kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya, sehingga aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat MBG,” kata Aipda Tigor.

Pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa dapur penyedia makanan gratis tidak boleh hanya mengejar jumlah produksi tanpa memperhatikan standar kesehatan. Aparat dan tenaga kesehatan memastikan setiap makanan yang dibagikan kepada masyarakat tetap terjamin kualitas dan keamanannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....