Pengaduan Terbanyak di OJK Kepri Terkait Pinjaman Online

  • 15 Mei 2026 20:59 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perkembangam fintech di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkembang sangat pesat dan sudah masuk dalam aktivitas sehari-hari masyrakat. Namun, tingkat literasi masyarakat masih tidak sebanding dengan kemajaun teknologi, terlihat dari banyaknya pengaduan terkait fintech atau pinjaman online.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan pinjaman daring per bulan Maret 2026 secara nasional meningkat 26,25 secara year on year. Dengan oustanding pembiayaan terakhir mencapai 101 triliun rupiah dan untuk resiko kredit bermasalah dengan rasio 4,52 persen.

Untuk di Kepri saat ini, secara statistik pertumbuhan outstanding pembiyaan pinjaman daring mencapai 45,86 persen secara year on year. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan nasional yang hanya sebesar 26,26 persen.

"Terakhir outstandingnya di 13,24 triliun rupiah. Ini menunjukkan akses keuangan masyrakat semakin familiar dengan pinjaman daring,"ujar Sinar Danandjaya, Jumat, 15 Mei 2026.

Meskipun akses semakin meningkat, tingkat literasi masyrakat masih sebanding dengan perkembangan teknologi. Terlihat dari semakin banyaknya pengaduan masyarakat terkait pinjaman daring ke OJK Kepri.

Pengaduan pinjaman daring menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan pengaduan di sektor perbankan atau sektor lainnya. Untuk pengaduan terkait fintech sejak Januari hingga Maret sudah 182 pengaduan. Pengaduan Bank Umum 125, kemudian perusahaan pembiayaan lainnya sebanyak 79 pengaduan.

"Literasi masyrakat Kepri harus diperkuat jangan sampai teknologi makin canggih tapi dompet kita makin panik," tuturnya.

Pengaduan tertinggi terkait dengan masyarakat yang meminta adanya restrukturisasi atau relaksasi pembayaran angsuran. Kedua, prilaku petugas penagih yang tidak menyenangkan hingga permasalahan catatan kredit (SLIK), warga merasa tidak meminjam namun terdaftar memiliki utang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....