Makna Hari Marwah Kepri sebagai Tonggak Sejarah dan Martabat Daerah
- 13 Mei 2026 14:44 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau (Kepri) pada 15 Mei dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang pembentukan provinsi. Momentum ini dipandang penting untuk mengingat kembali tujuan awal pemekaran demi kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan, Datuk Syahri Bobo, menjelaskan bahwa tanggal tersebut menandai lahirnya Provinsi Kepri melalui proses yang tidak sederhana. Ia menilai, keberhasilan itu merupakan buah dari kebersamaan tokoh masyarakat, ulama, cendikiawan, pemangku adat dan masyarakat saat itu.
“Hari Marwah Kepri mengingatkan kita pada perjuangan kolektif yang melahirkan Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Datuk Syahri Bobo, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia mengatakan antusiasme masyarakat saat pembentukan provinsi menjadi energi moral yang masih relevan hingga kini. Semangat itu, menurutnya, harus terus dihidupkan agar arah pembangunan tetap berpijak pada cita-cita awal.
“Semangat kebersamaan itulah yang perlu kita rawat dari generasi ke generasi untuk mewujudkan apa yang di cita-citakan diawal perjuangan saat itu,” katanya.
Menurutnya, perjalanan Provinsi Kepri menunjukkan perubahan signifikan di berbagai sektor. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi indikator bahwa tujuan pemekaran untuk kesejahteraan mulai terwujud.
“Ini menandakan bahwa hajat para pendahulu memang untuk memakmurkan masyarakat,” tuturnya.
Peringatan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi seluruh elemen daerah. Dengan refleksi yang jujur, masyarakat dapat menilai capaian sekaligus tantangan ke depan.
“Peringatan ini bukan seremoni semata, tetapi momen evaluasi bersama,” Katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....