Pemko Tanjungpinang Siapkan 25 Gerai Ritel, Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
- 06 Mei 2026 14:15 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana menghadirkan sebanyak 25 gerai ritel modern secara bertahap. Tahap awal, tiga gerai akan mulai beroperasi pada Juni 2026 di sejumlah titik strategis di wilayah kota Tanjungpinang, Rabu, 6 Mei 2026.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan tiga gerai tahap pertama tersebut dibangun pada Juni 2026. Masing-masing akan dibangun di kawasan Batu 10, Jalan Soekarno-Hatta, serta sekitar jl Brigjen Katamso km.2 Tanjungpinang.
“Tahap pertama bulan Juni itu ada tiga gerai, di Batu 10, Soekarno-Hatta, dan sekitar Sumber Rejeki,” ujar Lis Darmansyah.
Kehadiran ritel modern ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Tanjungpinang.
“Masuknya ritel modern ini diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi dan meningkatkan kepercayaan publik untuk berinvestasi,” ucapnya.
Lis menjelaskan, proses persetujuan investasi tersebut memakan waktu sekitar tujuh bulan karena pemerintah daerah menetapkan sejumlah persyaratan. Di antaranya kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal serta penguatan identitas lokal dalam operasional gerai.
“Kami mensyaratkan tenaga kerja harus anak tempatan yang berdomisili cukup lama di Tanjungpinang, bukan hanya sekadar ber KTP,” katanya, menjelaskan.
Selain itu, Pemko juga memastikan adanya pelatihan bagi tenaga kerja lokal melalui kerja sama antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri ritel modern.
Lis menyebutkan, ritel modern tersebut juga membuka peluang bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Saat ini, sudah terdapat 11 produk UKM Tanjungpinang yang mulai dipasarkan.
“Ke depan kita harapkan produk UMKM tidak hanya dijual lokal, tapi bisa menembus pasar nasional dengan standar yang ditetapkan,” tuturnya.
Pemko Tanjungpinang juga berkomitmen mendukung kapasitas produksi UMKM. Hal ini termasuk, melalui bantuan permodalan agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.
“Kalau diminta seribu produk per minggu, tentu harus kita siapkan, di sini peran pemerintah untuk mendorong UMKM agar mampu berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum ritel modern tersebut beroperasi, pihak perusahaan telah melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM lokal, termasuk dalam hal standarisasi produk. Sehingga, produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan kualitas dan komposisi yang berlaku.
Lis menyatakan ketertarikan investor terhadap Tanjungpinang terus meningkat. Sehingga, perusahaan ritel lain telah mengajukan izin survei untuk kemungkinan investasi.
“Yang terpenting, pemerintah memastikan iklim investasi tetap kondusif dan memberikan jaminan pasar bagi para investor,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....