Reimajinasi Sebagai Arah Baru Pendidikan Tinggi

  • 06 Mei 2026 08:56 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Universitas Maritim Raja Ali Haji menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTN-B) dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Dewan Guru Besar in Strategic Forum: Reimagining Higher Education for Indonesia Emas 2045” dan dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Galeri Tamadun Maritim, Gedung A Satu Gurindam–Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Selasa, 5 Mei 2026.

Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, mengatakan tema yang diangkat dalam forum ini sangat relevan dengan dinamika pendidikan tinggi saat ini. Tema reimagining higher education menjadi sangat penting sebagai refleksi sekaligus arah baru bagi perguruan tinggi dalam merespons perubahan global.

“UMRAH berkomitmen untuk terus mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata, khususnya dalam pengembangan sektor kemaritiman dan wilayah perbatasan,” ujar Agung Dhamar Syakti.

Dirinya berharap forum ini dapat melahirkan gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan yang implementatif dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Ketua Forum Dewan Guru Besar PTN-B, Teguh Soedarto, menegaskan pentingnya peran forum ini sebagai ruang strategis para guru besar dalam memberikan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Melalui forum ini, kita ingin memperkuat peran Dewan Guru Besar sebagai pilar pemikiran strategis yang mampu merespons tantangan zaman,” ucap Teguh Soedarto.

Reimajinasi pendidikan tinggi bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang berdampak luas bagi bangsa. Kegiatan Seminar Nasional dan Rapat Kerja ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi, serta mendorong peran aktif Guru Besar dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Hadir sebagai narasumber utama, Mendiktisaintek Kabinet Merah Putih (2024-2025), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Dalam pemaparannya, Prof. Satryo menekankan pentingnya transformasi paradigma pendidikan tinggi dari orientasi “kelas dunia” menuju “berdampak”.

Menurutnya, reimajinasi pendidikan tinggi harus berpijak pada kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.“Perguruan tinggi harus otonom dan akuntabel agar mampu berinovasi serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Inilah fondasi utama dalam menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....