Kelulusan SMA/SMK Kepri 99,94 Persen, 19 Siswa Tidak Lulus akibat Faktor Sosial
- 05 Mei 2026 13:25 WIB
- Tanjungpinang
RRI. CO. ID, Tanjungpinang - Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan tingkat kelulusan siswa SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2025/2026 yang sangat impresif mencapai 99,94 persen. Dari total 32.518 siswa peserta didik kelas XII, sebanyak 32.499 siswa dinyatakan lulus dan hanya menyisakan 19 orang yang tidak lulus.
"Ada satu yang tidak lulus di SMA, sedangkan SMK ada 18 orang, total yang tidak lulus itu ada 19 orang," kata Andi Agung kepada RRI, Selasa 5 Mei 2026 saat dijumpai di Kota Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, merinci bahwa ketidaklulusan didominasi oleh jenjang SMK sebanyak 18 siswa dan 1 siswa dari jenjang SMA. Andi menjelaskan bahwa faktor utama ketidaklulusan siswa tersebut bukanlah masalah akademis, melainkan kendala personal dan sosial.
"Beberapa siswa diketahui berhenti sekolah akibat menikah, memilih tidak melanjutkan pendidikan, hingga tidak aktif mengikuti proses pembelajaran sama sekali, " ujarnya.
Pihak Disdik Kepri menegaskan telah berupaya maksimal melalui satuan pendidikan untuk mendekati orang tua dan siswa agar tetap melanjutkan pendidikan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya hambatan mendasar yang membuat para siswa tersebut terpaksa putus sekolah sebelum menuntaskan ujian.

Merespons kondisi ini, Disdik Kepri telah menyiapkan solusi strategis bagi 19 siswa yang belum lulus tersebut agar tidak kehilangan masa depan. "Mereka bisa melanjutkan di program paket atau mengulang kelas 12 setahun lagi, karena ini menjadi PR kami," ucapnya.
Selain memberikan opsi sekolah paket, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendata anak-anak yang putus sekolah agar dapat diberikan pendampingan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan setiap anak di Kepri tetap mendapatkan hak akses pendidikan yang layak.
Secara keseluruhan, tingkat kelulusan tahun ini dinilai stabil dan hampir sama dengan capaian pada tahun sebelumnya. Pemerintah berharap angka ketidaklulusan di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin melalui pengawasan yang lebih intensif di tiap satuan pendidikan.
"Satuan Pendidikan terus berusaha dan berupaya maksimal menekan angka tidaklulusan kedepannya, " katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....