Pemko Tanjungpinang Buka Investasi Ritel Modern Juni 2026
- 04 Mei 2026 17:37 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akhirnya membuka peluang masuknya investasi ritel modern dengan sejumlah persyaratan yang berpihak kepada masyarakat lokal. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan, rencana kehadiran jaringan ritel seperti Indomaret akan difasilitasi dengan melibatkan dinas terkait, khususnya dalam proses rekrutmen tenaga kerja dan pelatihan, Senin, 4 Mei 2026.
Lis menyebutkan, akan membuka 3 gerai dahulu pada Juni 2026. Selain itu, proses penerimaan karyawan nantinya akan didukung oleh Dinas Tenaga Kerja agar masyarakat memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.
“Pelatihan dan proses seleksi akan difasilitasi pemerintah, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari kehadiran investasi ini,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menjelaskan, pada tahap awal dirinya sempat menolak rencana masuknya ritel tersebut karena adanya sejumlah intervensi. Namun, setelah melalui komunikasi dan kesepakatan, pemerintah kota akhirnya memberikan persetujuan dengan syarat yang jelas.
”Salah satunya yaitu komitmen penggunaan tenaga kerja lokal hingga 100 persen, dengan mempertimbangkan lama domisili di Tanjungpinang,” ucapnya.
Selain itu, Pemko juga mensyaratkan agar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal tidak hanya dipasarkan di tingkat regional. Tetapi juga berpeluang masuk ke jaringan nasional.
“Kami ingin UMKM Tanjungpinang naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tuturnya.
Dalam upaya memperkuat identitas daerah, pemerintah juga mendorong adanya kearifan lokal dalam konsep ritel tersebut. Sehingga, penamaan alternatif bernuansa lokal sempat diusulkan sebagai bagian dari strategi penguatan identitas daerah sekaligus perlindungan terhadap produk lokal.
”Tapi waktu itu saya tawarkan, dengan nama Gurindam mart, Ini sebagai informasilah,” katanya.
Pemko Tanjungpinang melalui dinas terkait akan melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM agar produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang konsisten, baik dari segi rasa maupun kemasan. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal mampu memenuhi persyaratan pasar ritel modern.
Lis menegaskan, peluang kerja sama dengan ritel nasional harus dimanfaatkan secara optimal. Ia juga meminta camat dan lurah untuk aktif mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah masing-masing, termasuk mendorong inovasi produk berbasis sumber daya lokal.
”Yang kita targetkan kerjasama personal pada retail-retail nasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah tidak bisa hanya bergantung pada sektor tertentu, melainkan perlu didukung oleh inovasi dan penguatan UMKM. Hal ini agar peluang dapat dimanfaatkan dengan baik, agar kesempatan meningkatkan ekonomi masyarakat bisa teratasi.
“Jika peluang ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka kesempatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat bisa terlewatkan,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....