BKHIT Kepri: Perketat Pengawasan Pelabuhan Lalu Lintas Hewan
- 30 Apr 2026 15:02 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan lalu lintas untuk hewan ternak dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah/ 2026 Masehi di Kota Tanjungpinang dalam kondisi aman. Sehingga sampai dengan saat ini belum ditemukan adanya penyakit hewan menular pada sapi dan kambing yang masuk ke wilayah Pulau Bintan, Kamis, 30 April 2026.
Penanggungjawab Satpel Bandara RHF BKHIT Kepri, Dorisman, menyebutkan, data pemasukan periode Januari hingga April 2026 hewan ternak seperti Sapi sebanyak 791 ekor dan Kambing sebanyak 985 ekor. Mayoritas pasokan hewan kurban tersebut didatangkan dari daerah Lampung Tengah melalui jalur laut Kuala Tungkal menggunakan kapal Roro.
“Pasokan rata-rata dari Sumatra daratan yang dikirim ke Tanjungpinang melalui Kuala Tungkal,” ujar Dorisman.
Dorisman mengatakan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan pada 3 titik utama, yaitu Pelabuhan Tanjung Unggat, Dompak, dan Pelabuhan Roro Tanjung Uban di Kabupaten Bintan. Sehingga, prosedur yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik hewan, desinfeksi alat angkut, dan pengambilan ulang sampel laboratorium.
“Untuk hewan kurban yang masuk ke Kota Tanjungpinang, persyaratan uji laboratorium yang harus dipenuhi adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Brucellosis, dan Jembrana (khusus sapi bali), sehingga sampai disini kita cek ulang lagi untuk memastikan hewan tersebut sehat dan tidak tertular penyakit selama dalam perjalanan” ucapnya.
Selain itu, pasokan hewan ternak juga dihadirkan dari Kepulauan Anambas, dan Natuna, dengan Petugas memberikan perhatian khusus pada penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini untuk memastikan bahwa hewan ternak tersebut sehat secara fisik dan laboratoris sehingga tidak membawa dan menularkan penyakit setelah tiba di daerah tujuan.
“Kami waspada terhadap PMK dan Brucellosis, karena penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi bagi peternak, serta menjaga agar Kepri tetap bebas dari penyakit Brucellosis. Makanya seluruh hewan yang dilalulintaskan harus negatif uji laboratorium,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....