Target 75 Hektare, Padi Gogo Bintan Terus Dikembangkan

  • 29 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan terus mengembangkan budidaya padi gogo sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan luas tanam padi gogo mencapai 75 hektare yang dibagi dalam capaian setiap bulan, Rabu, 29 April 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Bintan, Ita Rosmeili, mengatakan, realisasi tanam padi gogo pada awal tahun berjalan sesuai target. Hal ini dikarenakan pada bulan Januari hingga Maret 2026 telah mencapai target, sehingga di bulan April dilakukan penanaman hingga 9 hektare.

“Untuk 2026 ini Alhamdulillah kita punya target setiap bulan,” ujar Ita Rosmeili.

Ita menjelaskan, penanaman padi gogo terus dilakukan di beberapa wilayah, termasuk di Gesek, Desa Toapaya. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pangan berbasis lahan kering yang dinilai cocok dengan kondisi wilayah Bintan.

Ita menyebutkan hasil panen padi gogo pada tahun sebelumnya tergolong baik. Dari total luas tanam sekitar 60,5 hektare, produktivitas rata-rata mencapai 3,5 ton per hektare.

“Alhamdulillah panennya bagus, rata-rata 3,5 ton per hektare, walaupun ada sebagian kecil yang terdampak hama burung,” ucapnya.

Menurutnya, secara umum serangan hama penyakit masih dapat dikendalikan, namun hama burung menjadi tantangan tersendiri saat padi mulai berbulir, namun, produksi secara keseluruhan tetap memenuhi target yang telah ditetapkan. Ita menambahkan, padi gogo dinilai cocok dikembangkan di Bintan karena tidak memerlukan genangan air seperti padi sawah.

“Padi gogo tetap butuh air, tapi tidak seperti padi sawah yang harus digenangi, jadi masih cocok dengan kondisi lahan di Bintan,” tuturnya.

Pemerintah juga memberikan dukungan kepada petani melalui pupuk subsidi serta bantuan pupuk dari dinas. Pada tahun 2025, bantuan pupuk diberikan untuk 50 hektare lahan, sementara tahun 2026 disesuaikan menjadi 20 hektare karena keterbatasan stok.

“Petani juga bisa memanfaatkan pupuk subsidi, dan dari dinas ada bantuan walaupun terbatas,” katanya, menjelaskan.

Ita berharap, keberhasilan padi gogo dapat mendorong lebih banyak petani untuk mulai menanam. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap petani yang belum mencoba bisa ikut menanam, karena hasilnya bisa membantu kebutuhan pangan keluarga,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....