Lompatan Besar Investasi Kepri, Kejar Target Rp86 Triliun

  • 28 Apr 2026 18:45 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan target investasi ambisius sebesar Rp86 triliun untuk tahun 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan target tahun 2025 yang dipatok pada angka Rp57 triliun, menyusul performa impresif daerah dalam melampaui target nasional sebelumnya.

“Kemarin itu capaian kita Rp57 triliun target nasional, 112 persen kita tembus,” kata Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, Selasa 28 April 2026.

Ansar Ahmad menegaskan kenaikan target ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas keberhasilan Kepri mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp78 triliun pada tahun lalu. Capaian tersebut setara dengan 112 persen dari target nasional, atau melampaui 137 persen dari target RPJMD daerah.

"Kita diberikan target lebih tinggi sebesar Rp86 triliun. Maka kita semua harus bekerja keras untuk mencapai target tertinggi di Sumatera tersebut," ujarnya.

Untuk mencapai angka fantastis tersebut, Pemprov Kepri fokus mengoptimalkan kawasan industri eksisting dan memfasilitasi proyek strategis baru. Fokus utama mencakup pengembangan BP Batam, rencana industri petrokimia di Bintan, hingga pengaktifan Pulau Numbing sebagai pusat pengembangan ekonomi nasional yang baru.

“Pengembangan beberapa kawasan baru BP Batam dan Bintan, akan kita optimalkan,” tuturnya.

Selain wilayah utama, pemerintah juga tengah menggeser peta investasi ke daerah lain seperti Lingga melalui proyek strategis nasional (PSN) KEK Tian San. Gubernur memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait terus diperkuat, terutama dalam penyelesaian masalah lahan dan percepatan perizinan kawasan strategis.

"Proyek strategis nasional (PSN) KEK Tian San di Lingga sedang kita proses, dan pak Bupati tengah aktif membahas lahan dengan TNI AL," ucapnya.

Sektor kelautan menjadi mesin pertumbuhan baru melalui pengembangan budidaya rumput laut skala besar di Singkep dan Anambas yang menyerap banyak tenaga kerja lokal. Proyek ini diproyeksikan mencapai luas 5.000 hektare dengan dukungan penuh dari kementerian terkait guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.

“Pembibitannya sangat cukup baik, investornya dari Jawa Barat,” katanya, menjelaskan.

Selain infrastruktur laut seperti pembangunan pelabuhan Roro di Tambelan, Ansar juga mengingatkan pentingnya aspek ekologis dalam setiap investasi yang masuk. Ia menekankan bahwa industrialisasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan, terutama terkait polusi sampah plastik di wilayah perairan.

"Pesan Menteri harus jadi perhatian kita bahan pendukung investasi tidak boleh mencemarkan laut," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....