Pelabuhan Sehat BBT Tanam 1.000 Bibit Bakau untuk Perkuat Ketahanan Pesisir

  • 24 Apr 2026 16:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Kawasan pesisir mengalami masalah terkait degradasi ekosistem hutan bakau beberapa dekade terakhir akibat konversi lahan dan pembangunan. Data menunjukkan bahwa Indonesia bahkan telah kehilangan jutaan hektare hutan bakau sejak 1980-an, dengan sekitar 700 ribu hektare lainnya kini berada dalam kondisi rusak.

Rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting sebagai benteng alami pesisir yang mampu menahan abrasi, dan menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di wilayah pantai. Momentum Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April dimanfaatkan sebagai pengingat akan pentingnya peran tersebut.

“Kami melakukan aksi penanaman 1.000 bibit bakau di Pelabuhan Bandar Bentan Telani Feri Terminal (BBT), sebagai bagian dari inisiatif menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan tersebut,” kata Ketua Umum Forum Pelabuhan Sehat BBT Lagoi, Ray Manaek, Jumat, 24 April 2026.

Pelabuhan BBT Feri Terminal sebagai salah satu pelabuhan sehat yang terletak di Lagoi. Melalui program pelabuhan sehat, Pelabuhan BBT yang merupakan pintu masuk wisatawan internasional ke kawasan wisata Bintan Resorts harus menjaga ekosistem di sekitarnya.

“Kami bersama-sama untuk terus menjaga melindungi ekosistem di sekitar pelabuhan kawasan wisata Bintan Resorts,” ucapnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pengelola Kawasan Pariwisata Bintan Resort dan aktivis lingkungan hidup. Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan strategis, seperti pelabuhan.

“Kolaborasi ini menciptakan sinergi implementasi program, sekaligus membangun ekosistem kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penanaman bibit bakau ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial memperingati Hari Bumi saja, tetapi berlanjut pada pemantauan dan perawatan agar mangrove dapat tumbuh optimal. Ray berharap kegiatan serupa perlu terus dilanjutkan, mengingat semakin pentingnya menghadapi tantangan perubahan lingkungan untuk kelestarian bumi bagi generasi yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....