Beras Menjadi Komoditas Utama Ketergantungan Kepri pada Daerah Lain
- 24 Apr 2026 12:41 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID,Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bukanlah daerah penghasil pangan, sehingga beberapa komoditas pangan masih bergantung pasokan dari luar daerah. Salah satu komoditas pangan ketergantungan pasokan dari luar daerah adalah beras.
Kepala Bidang Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Perovinsi Kepri, Tri Cipto Ningsih, mengatakan ketergantunga terhadap komoditas beras di sebabkan oleh tingginya kebutuhan pangan beras di Kepri. Sementara, di Kepri produksi beras yang ada belum optimal di sebabakan oleh berbagai faktor.
Ketersediaan pangan, terutama beras, untuk kebutuhan rumah tangga di Kepri pada tahun 2025 sekitar 145.601 ton. Sedangkan untuk kebutuhan non rumah tangga sekitar 56.952 ton, sehingga total kebutahan pangan beras di kepri sekitar 202.553 ton.
“Ini, menjadi dilema, karena Kepri bukan daerah penghasil beras utama. Dengan kebutuhan yang tinggi maka beras merupakan komoditas utama ketergantungan kita pada pasokan dari luar daerah,” ujar Tri Cipto Ningsih, Jumat, 24 April 2026.
Untuk penanaman padi di Kepri, dilihat dari geografisnya tidak mendukung untuk dilakukan penanaman padi. Meski ada beberaa wilayah di Kepri sudah menanam padi, namun biaya produksinya cukup tinggi dan hasilnya masih rendah dan produktivitasnya belum optimal.
Kondisi yang sama juga terjadi di komoditas sayur-sayuran dan hortikultura yang dibutuhkan masyarakat Kepri dipasok dari luar daerah. Namun di Kepri sendiri sudah mulai mengembangkan tanaman hortikultura dan sayur mayur oleh petani lokal.
“Memang beberapa sayuran kami pasok dari luar seperti Jambi, Medan dan Sekitarnya. Tapi petani kita juag sudah mulai menanam dan mengambangkan komoditas tersebut,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....