Optimalisasi Lahan Kosong Kepri Dinilai Mampu Tekan Harga Pasokan Pangan di Pasar
- 22 Apr 2026 14:52 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemanfaatan lahan pekarangan dan optimalisasi lahan tidur di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dinilai dapat memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah.
Pedagang sayur di Pasar Bintan Center, Mega, mengatakan langkah pemerintah tersebut akan membuka peluang kerja baru di wilayah kepulauan. Menurutnya, ketersediaan produk lokal akan membantu menekan biaya distribusi yang selama ini cukup tinggi.
“Baguslah kalau ada program begitu, jadi ada lapangan kerja dan tidak terlalu bergantung dari daerah luar,” ujar Mega, kepada RRI, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan sebagian besar komoditas sayur yang dijualnya masih didatangkan dari luar daerah seperti Sumatra dan Jawa. Kondisi ini membuat harga dipengaruhi ongkos angkut baik melalui kapal maupun pesawat.
“Kalau produk dari daerah sendiri tentu ongkosnya tidak banyak dan harga bisa lebih murah,” katanya.
Mega mencontohkan harga cabai merah yang saat ini dijual Rp48 ribu per kilogram karena pasokan berasal dari luar daerah. Selain cabai merah, cabai rawit dan wortel juga masih bergantung dari distribusi luar wilayah Kepri.
“Rata-rata pasokan sayur yang kami jual memang masih dari luar daerah semua,” tuturnya.
Meski demikian, ia menyebut harga beberapa komoditas sudah mulai stabil setelah sempat mengalami kenaikan pasca Lebaran. Bawang Jawa misalnya kini turun menjadi Rp32 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada di kisaran Rp42 - Rp48 ribu.
“Sekarang harga sudah kembali normal, sudah standar lagi,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....