Pemprov Kepri Percepat Optimalisasi Waduk Hadapi Musim Kemarau
- 18 Apr 2026 19:59 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai mengoptimalkan fungsi waduk untuk menghadapi prediksi kemarau panjang yang diperkirakan melanda pada tahun 2026. Penjabat Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira, menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan meski potensi hujan ringan masih membayangi wilayah Kepri dalam waktu dekat, Sabtu 18 April 2026.
Kondisi ketersediaan air baku sangat bergantung pada curah hujan mengingat mayoritas sumber air di Kepri merupakan waduk tadah hujan. Saat ini, volume air di Waduk Sei Pulai dan Bintan Timur dilaporkan stabil, namun Waduk Tanjung Uban mulai memasuki fase kritis yang memerlukan perbaikan segera.
“Kemarau panjang diperkirakan mulai melanda pada April 2026 mendatang. Namun, BMKG memprakirakan wilayah Kepulauan Riau masih berpotensi mengalami hujan,” ujar Luki Zaiman Prawira.
Luki menjelaskan, sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah secara rutin mendistribusikan bantuan air bersih guna meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. Selain itu, Pemprov Kepri bersama Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV tengah merumuskan strategi ketahanan air jangka panjang untuk menjamin stabilitas pasokan.
“Secara umum kita terus mencari solusi ya, informasi yang saya dapat itu ada interkoneksi pipa,” ujarnya.
Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah interkoneksi pipa antara Waduk Gesek dan Waduk Kawal yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027. Proyek nasional yang didanai APBN ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah Tanjungpinang dan Bintan secara berkelanjutan.
“Diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air baku bagi masyarakat,” tuturnya.
Langkah perbaikan infrastruktur juga mencakup pembenahan pipa distribusi dari Waduk Sei Pulai hingga kawasan Kilometer 6 untuk menekan risiko kebocoran. Ke depannya, optimalisasi Waduk Bintan Buyu akan menjadi prioritas selanjutnya demi mengimbangi lonjakan permintaan air di masa mendatang.
“Alhamdulillah, sekarang tak ada lagi pipa bocor di kawasan Kilometer 6 Tanjungpinang,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....