Nasib Jembatan Babin Menggantung, Ansar Pilih Realistis Tanpa Target
- 15 Apr 2026 11:24 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengaku belum bisa menetapkan target pasti dimulainya pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Padahal, proyek strategis yang digagas sejak era Presiden Joko Widodo ini belum menunjukkan progres fisik meski sudah memasuki tahun 2026.
“Kita komunikasi terus dengan pemerintah pusat, nanti kita bawa beberapa pengusaha ke Dirjen Bembiayaan,” kata Ansar Ahmad, Rabu 15 April 2026.
Pemprov Kepri sebenarnya telah menuntaskan pembebasan lahan seluas 0,867 hektare di titik pendaratan kawasan Seri Kuala Lobam, Bintan. Saat ini, pemerintah daerah terus intens menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat guna mencari solusi pembiayaan pembangunan tersebut.
Ansar mendorong keterlibatan penuh pihak swasta jika ada investor yang bersedia membangun jembatan dengan skema konsesi jangka panjang. Langkah ini mencakup penyesuaian tarif tol yang dianggap layak untuk memenuhi nilai investasi dari pihak luar.
“Kalau ada mau bangun menyeluruh pihak swasta dengan jangka waktu yang panjang dengan tarif tol bisa memenuhi, kita dorong biar dibangun swasta penuh,” ujarnya.
Sejauh ini, dua pengusaha telah dipertemukan dengan Dirjen Pembiayaan untuk membahas peluang investasi serta rancangan desain jembatan. Beberapa investor asal China bahkan dilaporkan berminat untuk mendesain sekaligus membangun proyek tersebut dari awal.
“Saya juga sudah bawa ke Dirjen dua pengusaha, dan ada juga beberapa investor dari China sudah jumpa pak Wagub,” ucapnya.
Meski komunikasi terus berjalan, Ansar menegaskan tidak ingin memberi harapan palsu terkait jadwal pengerjaan proyek raksasa tersebut. Ia memilih tetap realistis mengingat situasi dan skema pendanaan yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan dinamis.
“Dalam situasi seperti ini kita tidak dapat menargetkan kapan jembatan Babin itu dibangun,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....